alexametrics

Menular Massal, Kapal Diamond Princess Epicentrum Baru Virus Korona

22 Februari 2020, 03:35:34 WIB

JawaPos.com – Sebanyak 74 Warga Negara Indonesia (WNI) yang bakal dijemput dari kapal pesiar Diamond Princess akan diperlakukan khusus. Mereka akan dikarantina dengan sistem klaster. Hal itu dilakukan karena mereka berada di kapal yang menjadi pusat epicentrum wabah virus Korona yang baru.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Achmad Yurianto menjelaskan bahwa kapal Diamond Princess mengkhawatirkan dunia. Sebab, di kapal itu terjadi penularan wabah virus Korona jenis baru yang sangat massal. Angka penularan bahkan mencapai 15 persen. Artinya kapal itu sudah menjadi ‘hantu’ yang menakutkan bagi semua penumpangnya.

“Kapal Diamond Princess ternyata sudah jadi epicentrum baru. Yang analog dengan apa yang terjadi di kota Wuhan. Artinya semua orang di dalam itu sudah sangat-sangat mungkin ketularan,” kata Yurianto kepada wartawan, Jumat (21/2).

Di Wuhan saja, penularan hanya 5 persen. Sedangkan di kapal Diamond Princess saat ini sudah sebanyak 600-an orang positif. “Sudah lebih harus diawasi. Maka banyak yang jadi Penderita Dalam Pengawasan (PDP). Bahkan di dalam mereka positif konfirm dengan PCR 600-an sekian,” jelasnya.

“Mengapa? Karena lorong-lorong kapal itu sempit-sempit. Sangat mungkin orang berhimpitan dan ketularan,” tuturnya.

Kini, semua penumpang di kapal itu sudah turun karena masa karantina sudah selesai. Hanya tinggal kru yang ada di dalam kapal tersebut.

Karantina Diperpanjang

Kemenkes akan memberi perlakuan khusus jika nanti 74 WNI sudah dijemput dari Yokohama, Jepang. Karena 74 WNI berasal dari epicentrum yang lebih mengkhawatirkan, maka masa karantina akan diperpanjang. Yaitu 2×14 hari atau 28 hari. Itu karena banyak pasien yang menunjukkan tidak bergejala tetapi positif saat dites.

“Maka yang dari kapal ini harus 2×14 hari. Kami akan lakukan observasi 28 hari. Artinya setelah pemerintah Jepang putuskan WNI boleh diambil, kami berlakukan observasi 2×14 hari,” katanya.

WNI juga akan diperiksa ulang meski di Jepang nanti misalnya hasilnya sudah dinyatakan negatif. Selain itu, para WNI juga akan dikarantina secara klaster atau kelompok.

“Nanti ada clustering. Misalnya, siapa yang selama di kapal teman sekamarnya kena virus Korona atau kontak dengan pasien virus Korona? Atau siapa yang selama di kapal pernah sakit? Atau siapa yang tidak kontak sama sekali? Nah, itu semua akan dibuat kelompok terpisah,” jelasnya.

Karena dari epicentrum baru, Yurianto mengakui pemulangan 74 WNI nanti akan penuh risiko. Tentunya lebih ketat dari karantina yang dilakukan terhadap 238 WNI dari Wuhan.

“Memang berisiko, tapi kami sudah antisipasi. Makanya apakah pakai kapal atau pakai pesawat itu semua sudah dipertimbangkan,” tandasnya.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads