alexametrics

Begini Gambaran Kondisi Terakhir Gaza, Mengenaskan

22 Januari 2018, 18:44:19 WIB

JawaPos.com – Kondisi Gaza terus memburuk. Masyarakat Gaza kini melakukan aksi mogok memprotes kondisi Gaza ditengah blokade yang kian memburuk. Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan pekan lalu, Asosiasi Pengusaha Gaza (Arab) mengumumkan mogok di berbagai lembaga komersial dan ekonomi dimulai dari jam 8 pagi (06:00 GMT) dan berlangsung selama enam jam setiap hari.

“Permintaan mendesak ini datang sebagai upaya terakhir, setelah kondisi ekonomi dan kehidupan yang memprihatinkan di Jalur Gaza mencapai titik nol,” bunyi tulisan dalam pernyataan tersebut.

Seperti dilansir Al Jazeera, Senin, (22/1), pernyataan tersebut menunjukkan kalau ekonomi telah mencapai tingkat penurunan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dalam pernyataan itu juga dijelaskan, tingkat pengangguran paling tinggi sampai 46 persen, tingkat kemiskinan melampaui 65 persen, dan tingkat ketidakstabilan persediaan bahan pangan mencapai 50 persen.

Begini Gambaran Kondisi Terakhir Gaza, Mengenaskan
Palestina (Reuters)

Tingkat pengangguran yang meningkat di kalangan lulusan sarjana mencapai 67 persen, dan semakin banyak pedagang komersial yang telah dipenjara sebagai akibat ketidakmampuan mereka membayar hutang. Fenomena ini menjadi cerminan defisit ekonomi secara umum.

“Kami berharap aksi ini bisa menyampaikan pesan kepada para pemimpin kami, para pemimpin Arab, pemimpin internasional, dan PBB,” ujar anggota Majelis Perdagangan Gaza Maher al-Taba.

Seorang penjaga toko, Ramadan mengatakan, Gaza mencapai titik lumpuh. “Kami akan mogok dan kami ingin dunia mendengarkan, mengetahui penderitaan kami, dan membantu kami menemukan solusi.”

Seperti yang diketahui, Jalur Gaza berada di bawah blokade darat, laut, dan udara Israel selama lebih dari 10 tahun. Mesir juga telah memfasilitasi pengepungan tersebut dengan mengendalikan penyeberangan perbatasan Rafah di selatan, yang merupakan satu-satunya pintu gerbang ke seluruh dunia untuk populasi Gaza yang berjumlah 1,8 juta.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : (ina/JPC)

Begini Gambaran Kondisi Terakhir Gaza, Mengenaskan