JawaPos Radar | Iklan Jitu

Paus Telan Plastik dan Sandal Jepit Ditemukan Tewas di Wakatobi

21 November 2018, 13:28:14 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
paus, paus sperma, laut, plastik, sampah,
Pada bulan Juni, seekor paus pilot mati di Thailand selatan setelah menelan 80 kantong plastik (Reuters)
Share this

JawaPos.com - Seekor paus sperma mati terdampar di dekat Pulau Kapota di Taman Nasional Wakatobi. Dalam perut paus itu ditemukan 6 kg sampah plastik. Dilansir dari BBC pada Selasa, (20/11), sampah yang ditemukan dalam badan paus itu termasuk 115 botol plastik, 25 kantong plastik, dan dua sandal jepit. Bangkai mamalia sepanjang 9,5 meter atau 31 kaki itu ditemukan pada Senin malam, (19/11).

Penemuan ini telah menyebabkan kekhawatiran di kalangan pecinta lingkungan. "Meskipun kami belum dapat menyimpulkan penyebab kematian, fakta yang kami lihat benar-benar mengerikan," ujar  Koordinator Konservasi Spesies Laut di WWF Indonesia, Dwi Suprapti seperti dikutip oleh Associated Press.

Sebenarnya, belum memungkinkan untuk mengatakan apakah plastik yang menyebabkan kematian paus karena pembusukan yang terjadi. Dalam sebuah cuitan, WWF Indonesia memberikan rincian apa yang ditemukan di dalam badan hewan tersebut.

paus, paus sperma, laut, plastik, sampah,
Seekor paus sperma mati terdampar di sebuah Pulau Kapota di Taman Nasional Wakatobi. Dalam perut paus itu ditemukan 6 kg sampah plastik (Reuters)

Penggunaan plastik sekali pakai merupakan masalah di beberapa negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Lima negara Asia, yaitu Tiongkok, Indonesia, Filipina, Vietnam, dan Thailand  menyumbang hingga 60 persen dari sampah plastik yang berakhir di lautan. Ini menurut laporan tahun 2015 oleh juru kampanye Ocean Conservancy dan Pusat Bisnis dan Lingkungan McKinsey.

Tas plastik diyakini membunuh ratusan hewan laut setiap tahun. Pada bulan Juni, seekor paus pilot mati di Thailand selatan setelah menelan 80 kantong plastik.

Sebuah laporan yang dirilis awal tahun ini memperingatkan bahwa jumlah plastik di laut bisa tiga kali lipat dalam satu dekade. Pada akhir tahun lalu, PBB mengatakan, kehidupan laut menghadapi kerusakan yang tak dapat diperbaiki akibat dari sekitar 10 juta ton sampah plastik yang berakhir di lautan setiap tahun.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up