JawaPos Radar | Iklan Jitu

Gadis Kecil dari Tiongkok Ajari Ibunya Membaca dan Bicara

21 November 2018, 05:10:59 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
gadis kecil, tiongkok, membaca,
Dia mengajarkan ibunya cara membaca, menulis, dan berbicara kembali. Ini menjadi bagian dari rutinitas gadis muda itu selama beberapa tahun terakhir ini (Pixabay)
Share this

JawaPos.com - Seorang gadis 10 tahun bernama Cai Chengcheng dari Sichuan, Tiongkok dipuji oleh warganet karena mengasuh ibunya selama empat tahun terakhir. Dia baru berusia enam tahun ketika ibunya Chen Li menderita pendarahan otak yang membuatnya kehilangan memori dan kecerdasan.

Dia mengajarkan ibunya cara membaca, menulis, dan berbicara kembali. Ini menjadi bagian dari rutinitas gadis muda itu selama beberapa tahun terakhir ini.

“Sebelumnya, Mama adalah orang yang mengajari saya cara membaca, sekarang giliran saya untuk mengajarinya cara membaca,” kata Cai kepada Chengdu Business Daily via SCMP pada Senin, (19/11).

gadis kecil, tiongkok, membaca,
“Sebelumnya, Mama adalah orang yang mengajari saya cara membaca, sekarang giliran saya untuk mengajarinya cara membaca,” kata Cai (A Day In The Life of A Cripple)

"Saya memasangkan kata-kata yang ingin saya ajarkan kepada Mama dengan menggunakan nama hewan dan makanan yang saya suka, untuk membuatnya lebih menarik untuknya," ujarnya.

Cai menggunakan kartu dan permainan memori untuk membantu proses pengajaran. Ketika mengajarkan kata apel, dia akan memberikan apel kepada ibunya untuk dicicipi, atau membiarkan dia memegang kelinci ketika mengajar kata kelinci.

Cai ingat betul hari ketika dulu ibunya pulang dari rumah sakit. "Mama berada di kursi roda, mata kirinya terlihat normal tetapi mata kanannya rusak," kata gadis muda itu. "Dia mengakui bahwa saya adalah Chengcheng, tetapi tidak dapat memanggil nama saya."

Ayah Cai, Cai Yong bekerja sepanjang hari di toko keluarga untuk membayar biaya pengobatan istrinya. Pada saat yang sama, kakak perempuan muda Cai Ling baru saja mulai sekolah menengah. Beban kerjanya yang berat berarti dia tidak punya waktu untuk merawat ibu mereka.

Selain mengajar bahasa Mandarin, Cai juga memastikan ibunya minum obat harian yang benar, dan membantunya dengan latihan fisioterapi yang dia butuhkan untuk pemulihan.

“Mama punya tekanan darah tinggi dan selama masa pemulihan dia harus terus minum obat. Jika tidak ada yang mengingatkannya, dia akan lupa,” kata Cai.

Berkat perhatian putrinya, Chen Li sudah cukup baik sekarang. Ia bahkan sedikit bisa membantu mengelola toko keluarga dan melakukan tugas-tugas sederhana, meskipun ia masih harus melakukan terapi rutin untuk menuju pemulihan penuh.

Terlepas dari semua tantangan berat bagi keluarganya dalam empat tahun terakhir, Cai tidak hanya mencapai nilai bagus tetapi juga menjadi pemimpin di sekolahnya.

Dedikasinya kepada ibunya telah diakui dengan penghargaan prestasi dari pemerintah lokal di Yibin serta dari CCTV penyiar negara. Media Pemerintah Tiongkok sering menyoroti individu-individu yang merupakan contoh dari anak yang berbakti.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up