alexametrics

Pajak Panggilan Suara WhatsApp Picu Aksi Massa

21 Oktober 2019, 13:47:04 WIB

JawaPos.com – Unjuk rasa menggoyang pemerintahan Perdana Menteri (PM) Lebanon Saad Hariri. Sejak Kamis (17/10) ribuan warga berdemonstrasi di jalanan utama ibu kota. Seiring berjalannya waktu, kekerasan mewarnai aksi protes.

Demonstran mengamuk karena pemerintah semena-mena merumuskan pajak baru. Salah satunya adalah pajak bulanan bagi para pemakai fitur panggilan suara pada aplikasi WhatsApp (WA). Kebijakan itu langsung dibatalkan begitu memicu reaksi negatif masyarakat. Tapi, rakyat yang muak dengan kinerja pemerintahan Hariri kadung marah. Mereka tetap turun ke jalan dan menuntut reformasi.

Sabtu (19/10) Christian Lebanese Forces Party angkat kaki dari pemerintahan Hariri. Koalisi pemerintah pun kini timpang.

”Kami yakin bahwa pemerintah tidak becus menyelamatkan situasi negara yang seperti ini,” ujar Ketua Christian Lebanese Forces Party Samir Geagea seperti dikutip Agence France-Presse.

Belakangan, demonstran semakin beringas. Mereka membakar ban-ban bekas dan menjadikannya barikade di ruas-ruas jalan utama. Rakyat menuntut pemerintahan yang mereka anggap korup itu diganti. Demikian juga segenap regulasi yang tidak prorakyat.

Demo anti pemerintah bergulir di Beirut sejak pemerintah mengumumkan besaran pajak panggilan suara WA sebesar USD 0,2 atau setara Rp 2.830.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (sha/c11/hep)



Close Ads