alexametrics

Kejaksaan Minta Istri Mantan Menteri Kehakiman Ditangkap

21 Oktober 2019, 19:04:34 WIB

JawaPos.com – Kejaksaan Distrik Seoul, Korea Selatan, meminta penangkapan terhadap Chung Kyung-shim, istri mantan Menteri Kehakiman. Dia dituduh berusaha untuk menghancurkan barang bukti dan memalsukan dokumen putrinya untuk masuk sekolah kedokteran.

Tindakan yang dilakukan Chung tersebut memicu protes warga Korsel dan merusak popularitas Presiden Moon Jae-in. Sebelumnya, suaminya yang menjabat sebagai Menteri Kehakiman, Cho Kuk, terpaksa mengundurkan diri dari jabatannya pada 14 Oktober setelah istrinya, Chung, dituduh melakukan tindakan kejahatan perusakan barang bukti dan pemalsuan dokumen anaknya.

Sebagai langkah awal pemeriksaan, Kantor Kejaksaan Distrik Seoul pada Senin (21/10) meminta surat perintah penangkapan untuk Chung atas dugaan keterlibatannya dalam investasi ekuitas swasta yang dianggap meragukan dan upaya untuk menghancurkan bukti. Selain itu, Chung juga dituduh memalsukan dokumen terkait dengan pekerjaan suka rela putrinya untuk mendaftarkan ke sekolah kedokteran.

Cho Kuk terpaksa mengundurkan diri dari jabatannya pada 14 Oktober (EPA via Yonhap)

Tuduhan tersebut dilemparkan pada awal September. Setelah tuduhan terhadap istrinya, Cho Kuk terpaksa mengundurkan diri dari jabatannya pada 14 Oktober setelah menjabat sebagai Menteri Kehakiman hanya selama lebih dari sebulan. Pengunduran diri tersebut dia lakukan untuk mengurangi beban politik Presiden Moon.

Cho sendiri ditunjuk oleh Presiden Moon sebagai Menteri Kehakiman pada 9 September untuk memimpin reformasi kejaksaan di Korsel. Namun, dia akhirnya harus mundur setelah baru menjabat sebulan lebih. Kala itu, penunjukannya di tengah penyelidikan atas investasi keuangan keluarganya dan terkait proses masuk universitas anaknya telah memicu protes.

Cho mengundurkan diri karena peringkat kepercayaan publik terhadap Presiden Moon turun menjadi 41,4 persen, level terendah sejak dia menjadi presiden pada 2017. Sejak pengunduran diri Cho, angka kepercayaan publik telah mulai pulih menjadi 45,5 persen.

Editor : Edy Pramana



Close Ads