alexametrics

Kecewa Hasil Pemilu Dorong Ribuan Migran Honduras Jalan ke AS

21 Oktober 2018, 11:08:09 WIB

JawaPos.com – Sebanyak 4.000 migran Honduras berjalan kaki dan menggunakan karavan untuk pergi meninggalkan negaranya menuju Amerika Serikat. Salah seorang migran, Vigil mengatakan, ia meninggalkan Honduras demi mendapatkan pekerjaan di AS. Namun menurutnya banyak alasan mengapa orang Honduras memilih pergi dari negaranya. Salah satu alasan penting lainnya dalah menghindari kekerasan yang terus terjadi di Hinduras.

“Warga tak bisa melaporkan kekerasan kepada pemerintah. Sebab saat ini pemerintah juga sedang bingung dengan diri mereka sendiri,” ujar Vigil seperti dilansir Al Jazeera, Minggu, (21/10).

Menurut Vigil, situasi di Honduras saat ini sangat kacau. “Situasi makin memburuk sejak November tahun lalu sebab hasil pemilu menghasilkan terpilihnya Presiden Juan Orlando Hernandez yang dituduh banyak melakukan kecurangan pemilu. Rakyat kecewa karena oligraki dan AS mendukung Presiden Hernandez.”

migran honduras, migran, AS, trump, migran jalan kaki,
Presiden Guatemala Jimmy Morales juga menghadapi tekanan kuat dari pemerintahan Trump untuk menghentikan karavan dan migran Honduras (AP)

Demokrasi Honduras tidak stabil selama satu dekade terakhir. Pada tahun 2009, presiden terpilih Manuel Zelaya digulingkan dan secara ilegal oleh militer, meskipun pemerintahan sipil terus berlanjut. Presiden Hernandez menjabat pada tahun 2014 setelah bertugas sebagai presiden kongres. Partai Nasionalnya telah mengkonsolidasikan kendali mayoritas dari ketiga cabang pemerintahan.

Meskipun ada larangan konstitusional tentang pemilihan kembali, Hernandez berusaha membuat pemilihan kembali setelah putusan Mahkamah Agung yang kontroversial dan tidak konstitusional. Partai Libre Zelaya yang tumbuh dari perlawanan rakyat terhadap kudeta 2009 membentuk aliansi oposisi dan kandidatnya Salvador Nasralla memenangkan kursi kepresidenan. Ini menurut hasil awal pemilihan umum yang diadakan November lalu.

Tapi kemudian Hernandez tiba-tiba malah terpilih jadi presiden di tengah banyak tudingan kecurangan dan penipuan dalam pemilu. Beberapa pekan protes dan unjuk rasa terus terjadi di Honduras akibat kecewa dengan hasil pemilu. Puluhan pengunjuk rasa ditembak dan dibunuh oleh pasukan keamanan negara. Ini menurut organisasi hak asasi manusia internasional.

Hernandez dinyatakan sebagai pemenang pada pertengahan Desember, dan pengakuan AS atas kemenangannya membuat rakyat Honduras muak dan kecewa. “Apa yang terjadi di Honduras adalah akumulasi konsekuensi dari upaya AS melegitimasi pemerintah yang curang. Mereka mendorong migrasi masal dari Honduras,” kata Montoya salah seorang aktivis sekaligus migran Honduras.

Apalagi sekarang AS malah mengancam untuk tidak memberikan bantuan dana ke Honduras. Montoya saat ini berjalan bersama orang-orang lainnya sebab suaminya ditangkap saat berada di Guatemala.

Presiden Guatemala Jimmy Morales juga menghadapi tekanan kuat dari pemerintahan Trump untuk menghentikan karavan dan migran Honduras. Trump memaksa Morales mendorong migran kembali ke Honduras.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : (ina/JPC)

Kecewa Hasil Pemilu Dorong Ribuan Migran Honduras Jalan ke AS