JawaPos Radar

Diancam Trump, 4.000 Migran Honduras Nekat Jalan Kaki ke AS

21/10/2018, 10:33 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
migran honduras, migran, AS, trump, migran jalan kaki,
Kini jumlah migran yang berangkat ke AS berkembang menjadi lebih dari 4.000 orang (Reuters)
Share this

Jawapos.com - Aktivis Honduras menyalahkan Presiden AS Donald Trump dan Amerika Serikat karena dalam situasi genting ini Trump malah mengancam akan memotong bantuan ke Honduras jika para migran tidak berhenti memasuki AS. Dilansir dari Al Jazeera pada Rabu, (17/10), Trump dengan tegas memberikan pernyataan lewatTwitter-nya.

"Amerika Serikat telah memberi tahu Presiden Honduras bahwa jika orang-orang yang menuju AS tidak dihentikan dan dibawa kembali ke Honduras, maka tidak ada lagi uang atau bantuan yang akan diberikan ke Honduras dengan segera," ujar Trump.

Komentar itu datang lebih dari tiga hari setelah 1.000 orang berangkat dari San Pedro dalam perjalanan ke AS. Kini jumlah migran yang berangkat ke AS berkembang menjadi lebih dari 4.000 orang. Mereka diblokir oleh polisi Guatemala di perbatasan namun akhirnya kemudian diizinkan untuk memasuki Guatemala dari Honduras.

migran honduras, migran, AS, trump, migran jalan kaki,
Aktivis Honduras menyalahkan Presiden AS Donald Trump dan Amerika Serikat karena dalam situasi genting ini Trump malah mengancam akan memotong bantuan ke Honduras (Reuters)

Honduras memiliki hak gerakan bebas di wilayah Amerika Tengah, termasuk Guatemala, menggunakan identifikasi dasar. Aktivis hak asasi manusia Honduras Dunia Montoya, yang menemani karavan migran ke perbatasan Guatemala dan suaminya, Bartolo Fuentes yang ditahan di Guatemala setelah menyeberang dengan kelompok itu.

"Trump bertanggung jawab atas situasi di Honduras, dia mengesahkan Pemerintah Honduras yang sebenarnya tidak sah," katanya kepada Al Jazeera.

Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez belum membuat pernyataan resmi untuk menanggapi cuitan Trump tersebut. Tapi Sekretariat Urusan Luar Negeri Honduras  mengatakan, pemerintah mendesak warga Honduras tak membiarkan diri mereka digunakan oleh sebuah gerakan yang jelas tampak politis dan yang berusaha mengganggu pemerintahan, stabilitas, dan perdamaian.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up