alexametrics

Peneliti Singapura Sebut Kena Covid-19 Usai Vaksin, Tubuh Makin Kebal

21 September 2021, 05:20:43 WIB

JawaPos.com – Analisis oleh ahli penyakit menular soal Covid-19 dan vaksinasi membuat publik Singapura tercengang. Seorang ahli penyakit menular Singapura mengatakan bahwa perlindungan terbaik terhadap Covid-19 yaitu ketika tubuh justru terinfeksi ringan setelah divaksinasi.

Jadi menurutnya, ketika tubuh terinfeksi usai divaksinasi justru memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap varian Delta. Menurutnya kombinasi ini jauh lebih kebal dibandingkan dengan hanya vaksinasi atau infeksi saja.

Analisis itu diungkapkan oleh Profesor Ooi Eng Eong pada diskusi panel The Straits Times tentang ‘Endemi Covid- 19: Kapan dan Bagaimana?’. Pernyataannya tentu saja memicu perdebatan.

“Terinfeksi oleh virus hidup sangat berbeda dengan divaksinasi dengan virus yang tidak aktif,” kata Prof Ooi dari Duke-NUS Medical School.

“Ini karena virus yang tidak aktif yang digunakan dalam vaksin sudah mati dan tidak memiliki bagian yang memungkinkan virus untuk mereplikasi dirinya sendiri, begitu memasuki sel manusia. Jadi sementara vaksin semacam itu akan menghasilkan antibodi, mereka tidak memicu sel T pembunuh,” katanya.

Prof Ooi juga menjelaskan mengapa kombinasi vaksinasi dan infeksi ringan itu baik. Menurutnya tubuh kita memiliki dua cara utama untuk melawan infeksi.

Antibodi bertindak untuk mencegah virus memasuki sel di tubuh manusia yang perlu dilakukan untuk mereplikasi dirinya sendiri. Ini adalah garis pertahanan pertama. Jika garis pertahanan ini gagal dan virus berhasil memasuki sel tubuh, garis pertahanan kedua akan masuk. Itu adalah peran sel T pembunuh yang menghancurkan sel-sel yang telah diserang oleh virus, sehingga tidak ada virus yang direplikasi yang dapat melarikan diri untuk menginfeksi lebih banyak sel.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads