JawaPos Radar

Seorang Anak Tewas Setelah Dihukum untuk Lompat Katak

21/09/2018, 04:10 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
lompat katak, tiongkok,
Pihak berwenang Tiongkok sedang menyelidiki kasus kematian seorang anak laki-laki berusia 16 tahun yang meninggal, setelah dihukum oleh gurunya karena berbicara saat waktu tidur siang, Kamis, (20/9) (SCMP)
Share this image

JawaPos.com - Pihak berwenang Tiongkok sedang menyelidiki kasus kematian seorang anak laki-laki berusia 16 tahun yang meninggal, setelah dihukum oleh gurunya karena berbicara saat waktu tidur siang, Kamis, (20/9), seperti dilansir SCMP. Kepolisian menyelidiki beberapa guru, termasuk guru yang menghukumnya.

Anak laki-laki itu dihukum harus melakukan lompat katak di lereng setinggi 20 meter. Setelah melakukan lompat katak, ia pun langsung pingsan. Dia dibawa ke rumah sakit sebelum dia dinyatakan meninggal dan didapati telah mengalami pendarahan di mulut, telinga, dan hidungnya.

Polisi tidak menemukan pelanggaran telah dilakukan, menilai bahwa tidak ada kontak fisik yang dilakukan oleh guru, tetapi guru dan tiga anggota staf lainnya sedang diselidiki oleh pihak berwenang setempat untuk setiap kesalahan di tempat kerja.

"Polisi belum mengajukan kasus itu, tetapi komite partai dan biro pendidikan sedang menyelidiki," kata salah satu polisi.

Menurut keluarga bocah lelaki itu, ia pada waktu itu sedang berbicara dengan teman sekelasnya saat tidur siang pada Minggu sore. Keduanya diperintahkan untuk pergi ke taman bermain untuk melakukan lompatan katak sebagai hukuman.

Sang guru yang bernama  Xie mengatakan kepada keduanya untuk meletakkan tangan mereka di belakang punggung mereka saat melompat, dan kedua anak laki-laki itu melompat dari atas lereng. Anak itu terjatuh dan kehilangan kesadaran. Xie, kepala sekolah, dan wakilnya sedang diselidiki.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up