JawaPos Radar | Iklan Jitu

Mahathir Larang Politisi Menjadi Duta Besar

21 September 2018, 17:23:37 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
mahathir mohamad, politisi, malaysia,
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan, politisi tak akan lagi diperbolehkan sebagai duta besar pada Jumat (21/9). Ia juga menambahkan bahwa politisi yang saat ini menjabat sebagai duta besar akan dipanggil kembali (AP)
Share this

JawaPos.com - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan, politisi tak akan lagi diperbolehkan sebagai duta besar pada Jumat (21/9). Ia juga menambahkan bahwa politisi yang saat ini menjabat sebagai duta besar akan dipanggil kembali. Hanya petugas layanan publik  yang akan ditunjuk untuk penugasan di luar negeri. Hal itu disampaikan Mahathir selama konferensi pers setelah memimpin rapat Komite Kabinet Khusus Antikorupsi.

“Orang-orang yang sudah pensiun dan semua yang diberi penghargaan menjadi duta besar. Kami tidak akan membiarkan itu, "katanya dilansir dari Channel News Asia, Jumat, (21/9).

"Ini adalah tindakan yang kuat terhadap diri kita sendiri karena, tentu saja, banyak anggota partai pemerintah ingin menikmati hidup sebagai seorang diplomat," katanya.

Pemerintah telah menyetujui proposal yang dibuat oleh Kementerian Luar Negeri. Ketika ditanya apakah keputusan itu akan mempengaruhi Ketua Partai Aksi Demokratis Tan Kok Wai, utusan khusus pemerintah untuk Tiongkok. Mahathir mengatakan, peran Tan tidak sama dengan duta besar.

"Dia berbasis di Malaysia dan hanya pergi ke Tiongkok untuk melakukan pekerjaan," lanjut Mahathir.

Selain itu, Mahathir juga mengumumkan bahwa pemerintah telah setuju untuk menyusun Undang-Undang Layanan Publik untuk meningkatkan proses promosi bagi pejabat manajemen senior dan datang dengan transparan. Meskipun promosi petugas ditentukan oleh menteri, ini tidak dapat dilaksanakan atas dasar pribadi.

“Ini bukan kasus ketidaksukaan untuk orang ini atau itu. Jika ada kasus yang tidak pantas, alasannya harus diberikan," katanya.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up