JawaPos Radar

Korban Terjebak Tanah Longsor Filipina Minta Bantuan Via Smartphone

21/09/2018, 16:51 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
tanah longsor, cebu, filipina,
Korban tewas akibat tanah longsor yang disebabkan hujan lebat di Cebu, Filipina meningkat menjadi 22 orang (Irin News)
Share this image

JawaPos.com - Korban tewas akibat tanah longsor yang disebabkan hujan lebat di Cebu, Filipina, meningkat menjadi 22 orang. Polisi setempat Debold Sinas mengatakan, pemerintah telah menginstruksikan untuk mengevakuasi 1.200 warga ke tempat yang aman.

Sebanyak 270 tentara dan polisi dikerahkan untuk mengevakuasi warga supaya aman dan tidak kembali ke rumah mereka yang berisiko longsor.

Diketahui, jumlah personel yang terlibat dalam operasi pencarian dan penyelamatan dikurangi, mengingat masih ada potensi peristiwa longsor baru. Seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat (21/9), Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengunjungi Kota Naga untuk mengetahui kondisi korban.

tanah longsor, cebu, filipina,
Para korban tanah longsor yang tertimbun tanah meminta bantuan melalui smartphone mereka (Deccan Chronicle)

Pihak berwenang melaporkan bahwa 30 rumah di dua desa tertimbun tanah. Sebanyak 21 jasad telah ditemukan dan lebih dari 60 orang dinyatakan hilang. Para korban tanah longsor yang tertimbun tanah meminta bantuan melalui smartphone mereka.

Hingga berita ini diturunkan, operasi penyelamatan para korban tanah longsor masih terus dilakukan. Pemerintah takut jumlah korban tewas akan terus bertambah jika para korban tak segera diselamatkan. Apalagi saat ini masih banyak korban yang terjebak di bawah tanah.

Sampai saat ini Filipina belum pulih dari terjangan badai Topan Mangkhut. Terbaru, Filipina kembali diterjang oleh bencana tanah longsor. Pada Kamis, Kementerian Luar Negeri Turki menyampaikan rasa belasungkawa kepada keluarga korban banjir dan tanah longsor di Filipina. 

(ce1/met/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up