JawaPos Radar | Iklan Jitu

Begini Cara PPLN dan Panwaslu LN Pastikan Pilpres di Taiwan Sukses

21 September 2018, 05:45:59 WIB | Editor: Dhimas Ginanjar
Begini Cara PPLN dan Panwaslu LN Pastikan Pilpres di Taiwan Sukses
Sosialisasi PPLN Taiwan di Welcome Party PPI National Central University dihadiri tak kurang dari 50 orang (Rahmandhika Firdauzha Hary Hernandha for JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com – Pemilihan umum (Pemilu) 2019 untuk presiden maupun legislatif makin dekat. Persiapan untuk meenyambut pemilu tidak hanya terjadi di Indonesia. Di luar negeri, KPU dan Bawaslu telah melakukan sosialisasi dan bimbingan teknis untuk perpanjangan tangan mereka di luar negeri. Kini, Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) dan Panwaslu LN bekerja untuk memastikan pemilu sukses digelar.

Salah satu yang mulai bergerak adalah PPLN dan Panwaslu LN Taiwan. Sosialisasi kepada masyarakat Indonesia di Taiwan sudah dilakukan sejak Mei. Hingga kini, hampir 75 persen kawasan di Taiwan telah dijelajahi untuk menyebarkan euforia Pemilu 2019 kepada WNI.

’’Setelah bimtek dan sosialisasi pada April lalu, PPLN dan Panwaslu LN Taiwan yang menaungi seluruh kota, mereka segera melakukan berbagai upaya untuk memaksimalkan sosialisasi kepada masyarakat Indonesia,’’ kata Ketua Panwaslu LN Taiwan, Rahmandhika Firdauzha Hary Hernandha yang merupakan mahasiswa S3 di National Chiao Tung University.

Begini Cara PPLN dan Panwaslu LN Pastikan Pilpres di Taiwan Sukses
Mahasiswa PPI Hsinchu yang terdiri dari kampus National Chiao Tung University, National Tsing Hua University, dan Chung Hua University saat menghadiri Sosialisasi dari PPLN Taiwan pada 8 September (Rahmandhika Firdauzha Hary Hernandha for JawaPos.com)

Katanya, topan Mangkhut yang menyerang di awal musim gugur tidak membuat semangat PPLN dan Panwaslu LN Taiwan surut. Proses sosialisasi tetap harus dilakukan supaya agenda lima tahunan itu bisa berjalan sukses. Sasaran mayoritasnya adalah pekerja migran Indonesia (PMI) yang jumlahnya sekitar 250 ribu orang.

’’Kami sudah melaksanakan sosialisasi kepada para WNI yang ada di ujung utara hingga selatan Taiwan,’’ terang Ketua PPLN Taiwan, Fadlillah Ahdiyat.

Banyaknya jumlah pekerja migran membuat PPLN harus memutar otak agar sosialisasi bisa tersampaikan. Salah satunya, mereka berencana melibatkan mahasiswa di seantero Taiwan untuk membantu menyebarluaskan informasi tentang Pemilu 2019. Meski, tenaganya tidak sebanding dengan jumlah total WNI di Taiwan karena mahasiswa Indonesia di sana hanya sekitar 5 ribu orang.

’’Tapi kami tetap optimistis, nantinya para mahasiswa mampu menjadi penyambung informasi Pemilu 2019 kepada masyarakat Indonesia di Taiwan,’’ imbuh Fadlillah yang juga mahasiswa S3 di National Taiwan University itu.

Itulah kenapa, pada momentum penghujung masa libur musim panas yang juga masuknya mahasiswa baru untuk Fall Semester 2018, PPLN Taiwan memulai gerilya informasi. Seperti hadir di Welcome Party mahasiswa baru kampus-kampus di wilayah Hsinchu dan Zhongli.

“Ada tiga anggota PPLN Taiwan yang hadir mengisi sosialisasi untuk mahasiswa di tiga kampus yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI),’’ imbuh anggota PPLN Taiwan, L. Tri Wijaya N. Kusuma yang merupakan mahasiswa S3 di National Central University.

Sebenarnya, melibatkan mahasiswa untuk menyambung informasi bukan baru kali ini dilakukan. Sebelumnya, saat Ramadan 2018, sosialisasi Pemilu 2019 juga melibatkan beberapa perhimpunan mahasiswa yang tergabung dalam PPI Kaohsiung, PPI Tainan, dan PPI di kampus dan kota lainnya.

Menurut Ketua PPI Hsinchu Albert Christian, sosialisasi menjadi penting karena mahasiswa Indonesia di Taiwan secara mayoritas adalah pemilih pemula. Jadi, bisa menjadi momen yang pas untuk mencari informasi sebelum menentukan pilihan nanti.

Jika Belum Masuk DPTLN Taiwan

Nah, bagi mahasiswa yang baru datang ke Taiwan, dan penjaringan Daftar Pemilih Tetap Luar Negeri (DPTLN) sudah ditutup, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Supaya tetap bisa menyalurkan suara saat pemilu berlangsung dan tidak golput.

Ketua PPLN Taiwan Fadlillah Ahdiyat menjelaskan kalau penjaringan DPT masih akan dibuka terhitung sejak 15 September 2018 hingga dua bulan ke depan. Itu sesuai dengan arahan KPU yang dihasilkan dari rapat bersama Bawaslu dan para perwakilan Partai Politik di Indonesia.

KPU sudah memberikan mandat kepada PPLN Taiwan untuk menyortir kembali DPTLN yang diindikasi memiliki data ganda, data kurang lengkap, dan bahkan mungkin data yang belum diperbarui. Sekaligus kembali membuka proses pendataan DPTLN baru.

Jika ternyata hingga dua bulan ke depan WNI di Taiwan masih belum terdaftar sebagai DPTLN, bisa mendaftarkan diri dengan cara menunjukkan formulir A5 kepada PPLN Taiwan.

’’Bagi yang sudah berada di Taiwan tapi belum membawa formulir A5, bisa minta tolong kepada keluarga di Indonesia untuk mengurus formulir A5 ke KPU setempat demi melengkapi mekanisme pindah TPS ke Taiwan. Lalu formulir tersebut bisa dipindai dan dikirimkan ke jaringan komunikasi PPLN Taiwan,’’ ujarnya.

Cara lain jika tidak ingin repot-repot mengurus formulir A5 adalah, secara gambling mencari kesempatan untuk mencoblos langsung ke TPS di sekitar tempat tinggalnya di Taiwan. Tepat pada 1 jam terakhir di hari pemungutan suara dengan menunjukkan Paspor/KTP Indonesia. Cara itu bisa jadi jalan keluar terakhir kalau surat suara tambahan masih tersedia di TPS.

“Jadi, tidak akan ada alasan lagi untuk tidak memilih (golput) dalam Pemilu 2019 nanti meski kita berada di luar negeri,” tegas Fadlillah.

(dim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up