JawaPos Radar

Anwar Ibrahim: Seharusnya Saya yang Dilantik Jadi Perdana Menteri

21/09/2018, 15:38 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
anwar ibrahim, mahathir mohamad
Anwar diminta oleh salah seorang mahasiswa dari Institut Raffles mengenai apa yang ia rasakan ketika ia menonton upacara pelantikan pada Mei silam. Dalam dialog yang jujur dari pidato Ho Rih Hwa, ia menjawab dengan lantang, mengaku gembira (AFP)
Share this image

JawaPos.com - Ketua Partai Keadilan Rakyat (PKR), Anwar Ibrahim menyebutkan bahwa ialah yang seharusnya dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia pada Mei lalu. Ia juga mengatakan bahwa saat pelantikan Dr Mahathir Mohamad, ia hanya dapat terbaring di rumah sakit usai menjalani operasi.

Pada Kamis (20/9), Anwar diminta oleh salah seorang mahasiswa dari Raffles College mengenai perasaanya ketika ia menonton upacara pelantikan pada Mei silam. Dalam dialog yang jujur dari pidato Ho Rih Hwa, ia menjawab dengan lantang, mengaku turut merasakan kegembiraan karena era baru dimulai di Malaysia.

“Tetapi di hati kecil saya juga mengatakan bahwa seharusnya sayalah yang berada di situ untuk disumpah,” Katanya sembari melambaikan jarinya.

anwar ibrahim, mahathir mohamad
Mahathir Mohamad terpilih jadi perdana menteri lagi (Reuters)

Di dalam jawaban tersebut, ia berusaha menjawab sejujur dan setenang mungkin. Ia juga mengatakan bila tidak ingin membohongi publik bahwa ia tidak merasakan kekecewaan saat menonton inagurasi Mahathir. Setelah mendengar ucapan Anwar tersebut, sontak tawa para hadirin pecah.

Tercatat sebelumnya, Anwar memiliki sepak terjang di dunia politik Malaysia yang cukup panjang. Ia merupakan mantan wakil dari  Mahathir sejak 1993 hingga 1998. Ia harus merelakan jabatannya diambil akibat perselisihan yang terjadi antara ia dan mentornya. Lalu ia harus dipenjara karena kasus sodomi dan korupsi. Pada 2015, ia kembali harus masuk bui karena terbukti bersalah atas kasus sodomi.

Dilansir dari Channel News Asia pada Jumat (21/9), kehadiran Anwar di Raffles College merupakan kedatangan keduanya sejak ia dibebaskan dari penjara. Berbagai pertanyaan juga dilontarkan oleh mahasiswa Raffles.

Sejak kasus Anwar yang dipenjara kedua kalinya rupanya menjadi jembatan perdamaian antara Mahathir dan Anwar. Bahkan Mahathir sendiri turut membantu pengawasan pembebasan Anwar. Tak hanya itu Mahathir menyetujui penyerahan Perdana Menteri ke anak didiknya untuk 2 tahun ke depan.

Anwar mengaku sangat gembira bisa berkesempatan berkunjung ke sekolah-sekolah mendapat berbagai pertanyaan seputar politik.

"Saya telah pergi ke sekolah dan berbicara dengan para mahasiswa yang berusia 18 tahun, mereka kadang-kadang lebih pintar daripada mereka yang berusia 50-an. Tetapi yang lebih penting mereka lebih idealis, lebih berprinsip, dan membenci korupsi," kata Anwar.

(am1/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up