JawaPos Radar

Trudeau Berantem dengan Seorang Perempuan Anti-Imigran

21/08/2018, 16:10 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Trudeau Berantem dengan Seorang Perempuan Anti-Imigran
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau membela diri setelah menuduh seorang perempuan pada acara politik bersikap rasis. Trudeau berbicara di selatan Montreal, lalu dia terganggu oleh seorang perempuan yang selalu menginterupsinya (Pe Hub)
Share this image

JawaPos.com - Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau membela diri setelah menuduh seorang perempuan pada acara politik bersikap rasis. Trudeau berbicara di selatan Montreal, lalu dia terganggu oleh seorang perempuan yang selalu menginterupsinya.

Seorang perempuan berulang kali meneriakkan pertanyaan pada Trudeau tentang biaya yang berkaitan dengan masuknya pencari suaka ke negara itu. Video pertengkaran keduanya, menyebar secara luas di media sosial. Video itu menunjukkan seorang perempuam berteriak dari belakang kerumunan kepada Trudeau.

Dia bertanya apakah pemerintah federal akan membayar kembali ke Provinsi Quebec untuk jutaan dolar yang telah dihabiskannya untuk menangani ribuan pencari suaka yang telah menyeberang ke provinsi itu selama 18 bulan terakhir. Sejak 2017, sekitar 30.000 migran telah menyeberangi perbatasan secara ilegal ke Kanada. Mereka menyerahkan diri ke polisi untuk mengajukan klaim suaka.

Provinsi Quebec dan Ontario meminta pemerintah Trudeau untuk membayar seluruh tagihan untuk biaya yang terkait dengan pencari suaka. "Nyonya, salah satu hal penting dalam politik untuk didengarkan," kata Trudeau kepada perempuan itu. Perempuan yang belum diidentifikasi itu, mengatakan Trudeau belum menjawab pertanyaannya.

Perempuan itu terus bertanya sebelum Trudeau akhirnya mengatakan, intoleransi terhadap imigran tidak memiliki tempat di Kanada. Perempuan itu kemudian bertanya apakah Trudeau toleran terhadap 'Quebecois Souche', atau saham lama Quebec, dan sambil mendekati perdana menteri saat dia mengarungi kerumunan pendukung.

Di sana, Trudeau mengatakan kepadanya, "Perlakuan rasis Anda tidak memiliki tempat di sini." Perempuan itu segera didekati oleh seorang perwira polisi yang bertanya apakah dia memiliki identitas.

Dia mengatakan kepadanya untuk melepaskannya dan mengatakan, dia memiliki hak untuk mengajukan pertanyaan kepada perdana menteri. Perempuan itu menolak untuk mengidentifikasi dirinya ke polisi dan akhirnya berjalan pergi. Laporan sementara mengatakan anggota kelompok antiimigran berencana untuk mengganggu acara tersebut.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up