JawaPos Radar

Lira Anjlok, Trump Terus Tekan Turki Bebaskan Pendeta AS

21/08/2018, 17:05 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
lira anjlok
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berdikeras dia tidak akan mundur untuk terus menekan Turki. Hal itu dia lakukan karena penahanan seorang Pendeta AS Andrew Brunson di Turki (AP)
Share this

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berdikeras dia tidak akan mundur untuk terus menekan Turki. Hal itu dia lakukan karena penahanan seorang Pendeta AS Andrew Brunson di Turki.

Trump mengatakan, dia berpikir Turki akan membebaskan pendeta Brunson, setelah AS membantu membujuk Israel untuk membebaskan seorang warga negara Turki yang ditahan. Namun kenyataannya tidak.

"Saya pikir apa yang dilakukan Turki itu sangat menyedihkan. Kupikir mereka melakukan kesalahan besar, tidak akan ada konsesi," tambah Trump dilansir dari BBC Selasa, (21/8).

lira anjlok
Rakyat Turki pendukung Erdogan (The Independent)

Brunson menyangkal tuduhan kalau ia terlibat dalam plot melawan Presiden Turki. Ia juga menyangkal bahwa dia menjadi spionase dalam kudeta Turki yang gagal pada 2016.

Trump lalu memberlakukan tarif pada impor baja dan aluminium Turki dalam menanggapi penolakan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk membebaskan Brunson. Namun, Trump menepis kekhawatiran bahwa perselisihan antara dua sekutu NATO dapat menyebabkan kerusakan ekonomi yang serius di Eropa dan ekonomi pasar yang sedang tumbuh.

"Saya tidak peduli sama sekali. Saya tidak peduli. Ini adalah hal yang tepat untuk dilakukan," kata Trump.

Pertengkaran diplomatik telah memperburuk krisis mata uang Turki, Lira, yang telah kehilangan sekitar sepertiga dari nilainya terhadap dolar sejak Januari. Ini telah memicu penjualan meluas di pasar negara berkembang lainnya, memicu kekhawatiran krisis global.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up