JawaPos Radar

2 Warga Iran Ditangkap Diduga Lakukan Spionase di Pusat Yahudi AS

21/08/2018, 18:05 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
2 Warga Iran Ditangkap
Jaksa AS mengumumkan tuntutan terhadap dua pria yang dituduh sebagai agen mata-mata pemerintah Iran. Diduga, secara diam-diam mereka mengawasi pusat Yahudi di Chicago dan anggota Amerika (Hotflix)
Share this image

JawaPos.com - Jaksa AS mengumumkan tuntutan terhadap dua pria yang dituduh sebagai agen mata-mata pemerintah Iran. Diduga, secara diam-diam mereka mengawasi pusat Yahudi di Chicago dan anggota Amerika.

Keduanya diketahui sebagai Ahmadreza Mohammadi Doostdar, 38 tahun, seorang warga negara AS-Iran ganda, dan Majid Ghorbani, 59 tahun, seorang warga negara Iran dan penduduk California.

Ghorbani dijadwalkan sidang penahanan pada jam 9:30 pagi hari Selasa, (21/8), di hadapan Hakim AS G. Michael Harvey dari Distrik seperti dilansir Washington Post Selasa, (21/8). Pengacara untuk keduanya belum dapat diidentifikasi.

"Doostdar dan Ghorbani diduga telah bertindak atas nama Iran, termasuk dengan melakukan pengawasan terhadap lawan-lawan politik dan terlibat dalam kegiatan lain yang dapat menempatkan orang Amerika pada risiko," ujar Asisten Jaksa Agung untuk Keamanan Nasional, John Demers.

"Aktivitas yang dituduhkan ini menunjukkan minat yang terus menerus dalam menargetkan Amerika Serikat, serta kelompok-kelompok oposisi potensial yang terletak di Amerika Serikat, yaitu Mujahidin E Khalq (MEK) atau Mujahidin Rakyat Iran," kata Asisten Direktur Eksekutif FBI Michael McGarrity.

Doostdar dan Ghorbani dituduh bertindak sebagai agen Iran, mereka melanggar sanksi dan konspirasi AS. Tuduhan tersebut membuat mereka dihukum masing-masing 10 tahun, 20 tahun.

Menurut dokumen, Doostdar memasuki Amerika Serikat pada sekitar Juli 2017 yang diduga mengumpulkan intelijen tentang target yang dianggap musuh pemerintah Teheran, termasuk kepentingan Israel dan Yahudi, MEK. MEK adalah kelompok pembangkang yang mencari perubahan rezim di Iran dan yang didaftar oleh Kementerian Luar Negeri AS sebagai kelompok teroris dari tahun 1997 hingga 2012.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up