alexametrics

Saat Sinar Mentari Jadi Barang Mewah bagi Warga Syria

21 Juli 2018, 17:10:13 WIB

JawaPos.com – Udara di dekat kamp itu tebal, penuh dengan orang yang bersedih hati. Di sana juga terdapat orang-orang yang kehilangan jiwa mereka dan ketakutannya begitu besar sehingga mereka hampir tidak dapat mengungkapkannya.

Perasaan-perasaan ini barangkali paling tepat dijelaskan melalui kata-kata anak-anak. Setelah berbulan-bulan tanpa henti pasukan itu membombardir mereka di bawah tanah, hanya dengan merasakan sinar matahari di kulit, mereka merasa sinar matahari menjadi barang mewah.

Kamp pengungsi Al Bol di Provinsi Aleppo, yang terselip di perbatasan dengan Turki, dipenuhi dengan ratusan keluarga yang selamat dan hidup di bawah pengepungan. Mereka berasal dari Douma, di pinggiran Kota Damaskus.

Di tempat itu dugaan serangan kimia oleh rezim Syria terjadi. Penduduk kota telah melihat serangan kimia, bom, serangan udara dan darat selama enam tahun pengepungan oleh pasukan pemerintah.

Seorang ibu bernama Umm Nour menunjukkan anak kembarnya Masa dan Malaz yang berusia tujuh tahun dengan ransel Dora The Explorer yang berwarna merah muda. Mereka bersikeras tidak akan ketinggalan dalam evakuasi pada saat itu.

“Mereka berusia dua bulan ketika revolusi dimulai,” katanya, mengacu pada pemberontakan Maret 2011.

“Apa yang mereka lihat dalam hidup, apa yang mereka ketahui murni atau baik? Yang mereka lihat hanyalah darah, mati, dan yang terluka,” kata Umm Nour.

Bau tajam muncul dari salah satu ransel saat ia membuka ritsletingnya, mengeluarkan kotak kardus kecil. Salah satu dari si kembar, Malaz, telah mengeluarkan boneka pirang kecil.

“Dia berbicara kepada boneka itu, memberitahunya bahwa kamu mungkin mati lemas tetapi kamu akan aman dari pemboman,” kata Umm Nour menceritakan ketika anaknya berbicara dengan bonekanya.

Selama empat bulan terakhir sejak serangan di Douma, keluarga mereka tinggal di ruang bawah tanah. Mereka juga berada di bawah tanah ketika senjata kimia menghantam.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : (iml/JPC)



Close Ads
Saat Sinar Mentari Jadi Barang Mewah bagi Warga Syria