JawaPos Radar

Ngeri, 1 Juta Anjing Dimakan di Korsel Tiap Tahun!

21/06/2018, 16:26 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Ngeri, 1 Juta Anjing Dimakan di Korsel Tiap Tahun!
Aktivis hak asasi binatang protes konsumsi daging anjing (Yonhap)
Share this image

JawaPos.com - Pengadilan di Korea Selatan (Korsel) memutuskan membunuh anjing untuk dijadikan makanan adalah ilegal. Aktivis hak-hak binatang mengatakan, ini membuka jalan agar menyudahi makan daging anjing.

Seperti dilansir AFP, daging anjing telah lama menjadi bagian dari masakan Korsel. Sekitar 1 juta anjing dimakan di Korsel setiap tahunnya.

Tetapi konsumsi daging anjing telah menurun ketika orang Korsel semakin dekat dengan gagasan bahwa anjing sebagai sahabat manusia. Pada prakteknya sekarang memakan daging anjing menjadi sesuatu yang tabu di kalangan generasi muda.

Tekanan para aktivis hak-hak binatang juga meningkat sehingga makan daging anjing tak bisa mencolok seperti dulu. Meski begitu ini tetap menjadi wilayah yang abu-abu secara hukum.

Saat ini tidak ada larangan khusus, pihak berwenang telah menerapkan peraturan kebersihan atau undang-undang perlindungan hewan yang melarang metode penyembelihan yang kejam untuk menindak peternakan anjing dan restoran sebelum acara internasional seperti Olimpiade Pyeongchang.

Seorang anggota parlemen dari Partai Demokrat memperkenalkan Rancangan Undang-undang (RUU) di parlemen minggu ini yang akan secara efektif melarang pembunuhan anjing untuk dijadikan daging santapan. RUU ini akan membatasi penyembelihan hewan untuk makanan untuk spesies yang digolongkan sebagai ternak, yang tidak termasuk memiliki gigi bertaring.

Sekitar 30 aktivis berunjuk rasa di luar Majelis Nasional pada Kamis (21/6) mendesak agar mereka mengesahkan langkah itu. Tetapi beberapa orang Korsel keberatan.

Anjing biasanya dimakan di negara itu sebagai sebuah kelezatan pada saat musim panas. Dengan daging merah berminyak, selalu direbus agar lembut. Bahkan daging anjing diyakini mampu meningkatkan energi.

Sebuah survei tahun lalu menemukan bahwa 70 persen warga Korsel tidak makan anjing. Namun hanya 40 persen yang percaya bahwa praktik itu harus dilarang.

"Anjing untuk makan dan anjing sebagai hewan peliharaan harus dipisahkan," kata perwakilan dari Asosiasi Peternakan Anjing, Cho Hwan-ro.

Ia bersikeras, anjing untuk makanan merupakan keturunan yang berbeda. Mereka diberi makan berbeda dan dibesarkan untuk tujuan yang berbeda. "Sapi, babi, ayam, dan bebek semuanya dibesarkan untuk dikonsumsi dan mengapa tidak anjing?," tambahnya.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up