alexametrics

Demi Ekonomi, Kasus Covid-19 di Brasil Nyaris Tembus 20 Ribu Sehari

21 Mei 2020, 16:24:28 WIB

JawaPos.com – Wabah virus Korona di Brasil memburuk mulai Rabu (20/5) hingga Kamis (21/5). Jumlah kasus baru menembus angka 19 ribuan. Hampir mendekati 20 ribu kasus dalam sehari. Negara di Amerika Selatan itu menjadi negara dengan kasus tertinggi di belakang Amerika Serikat dan Rusia.

Dan Kementerian Kesehatan Brasil juga melaporkan lebih dari 888 kematian baru dalam sehari. Brasil mungkin akan mengikuti jejak Amerika Serikat dalam jumlah kasus virus Korona. Rusia saat ini memiliki jumlah kasus tertinggi kedua. Korban virus Coronavirus Brasil adalah 18.859 seperti dilansir dari Reuters, Kamis (21/5).

Penghitungan kasus yang dikonfirmasikan Brasil sekarang mencapai 291.579, menurut Departemen Kesehatan. Pada hari Senin (18/5) Brasil menyalip Inggris menjadi negara dengan jumlah infeksi tertinggi ketiga dan mencatat rekor harian 1.179 kematian pada hari Selasa (19/5).

Presiden Jair Bolsonaro telah banyak dikritik karena penanganan wabahnya. Mantan kapten tentara sayap kanan itu telah lama mengecam langkah-langkah physical distancing demi alasan ekonomi.

Sang presiden justru memilih membuka kembali ekonomi. Dia juga menjadi pendukung yang kuat untuk obat malaria Chloroquine sebagai obat untuk pasien Covid-19.

Pada hari Rabu, Departemen Kesehatan mengeluarkan pedoman baru untuk penggunaan yang lebih luas dari obat anti-malaria itu dalam kasus Coronavirus ringan. Menteri Kesehatan Sementara Eduardo Pazuello, mengesahkan protokol yang dimodifikasi setelah dua dokter yang terlatih mempromosikan penggunaan chloroquine dan hydroxychloroquine.

“Kami berperang. Lebih buruk daripada kalah akan menjadi malu karena tidak melakukan perlawanan,” kata Bolsonaro dalam kicauannya.

Kebijakan itu dikritik oleh Mantan Kepala Regulator Kesehatan Brasil, Gonzalo Vecina Neto. Sebab potensi efek samping obat itu bisa berbahaya.

“Obat itu tidak memiliki bukti ilmiah,” kata Vecina Neto kepada Reuters.

“Tidak dapat dipercaya bahwa pada abad ke-21, kita masih hidup dari pemikiran magis,” tukasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads