alexametrics

Pria 98 Tahun di Pegunungan Himalaya Jalan Kaki Beberapa Mil Demi Beri Suara

21 April 2019, 15:14:09 WIB

JawaPos.com – Sebanyak 900 juta orang India memberikan suara untuk lebih dari 8.000 kandidat dari 450 partai politik yang berbeda hingga 19 Mei dalam pemilu India. Dilansir dari Forbes beberapa waktu yang lalu, ini adalah pemilu terbesar, termahal, dan paling ramai di dunia.

Partai yang dominan di India, Bharatiya Janata Party (BJP) berharap untuk tetap mengendalikan kongres. Sangat mungkin bahwa mereka akan melakukannya.

Investor menginginkan agar Perdana Menteri Narendra Modi tetap terpilih menjadi perdana menteri. Jika Partai BJP kalah, maka Rahul Gandhi, presiden partai Indian National Congress (INC) kemungkinan akan dipilih sebagai perdana menteri. Pasar diprediksikan turun karena INC dianggap kurang ramah terhadap pasar.

“Peluang Modi terlihat cukup baik bagi saya,” kata Teresa Barger, salah seorang pendiri dan CEO Cartica Management, sebuah perusahaan investasi aktif yang berinvestasi di India. “Modi melakukan pekerjaan dengan baik selama empat tahun terakhir, dan kami ingin dia tetap di sini,” katanya.

Sekitar USD 6,5 miliar dihabiskan dalam pemilihan Presiden AS 2016, menjadikannya pemilu termahal di dunia. Namun Pemilu India 2019 diperkirakan menelan biaya lebih dari USD 7 miliar, meningkat 40 persen dari USD 5 miliar pada tahun 2014.

Pada 2014, seorang lelaki berusia 98 tahun di pegunungan Himalaya berjalan kaki beberapa mil untuk memberikan suaranya. Hal yang telah ia lakukan dalam setiap pemilu yang diadakan sejak kemerdekaan India pada 1947. Ini diungkapkan oleh Associate Director for Wisdom Tree, Gaurav Sinha.

“Jika Modi dipilih kembali, India kemungkinan akan melihat kelanjutan dari kebijakan fiskal dan pasar yang akan menjadi positif bagi perekonomian India,” kata Sinha. Perubahan termasuk memperkuat bank negara, pasar tenaga kerja, dan meningkatkan kemudahan melakukan bisnis.

Pemilu India hampir seluruhnya tanpa surat suara, dengan pemungutan suara elektronik menggunakan lebih dari 2 juta mesin pemungutan suara elektronik. Lebih dari 450 partai dan lebih dari 8.000 kandidat mencalonkan diri untuk jabatan, sesuatu yang oleh Sinha bercanda disebut sebagai pertarungan proporsi epik.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : Dinda Lisna



Close Ads