alexametrics

Penjelasan Pemerintah Soal Nasib 362 WNI di Kapal Pesiar MS Westerdam

21 Februari 2020, 19:05:38 WIB

JawaPos.com – Wabah virus Korona jenis baru telah membuat penunpang kapal pesiar MS Westerdam panik. Jalur pelayaran dari kapal yang dimiliki oleh perusahaan Holland America Line itu dilacak menyusul 1 penumpang dikabarkan positif virus Korona jenis baru. Ternyata ada ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai kru di dalam kapal tersebut.

Seluruh penumpang kini telah diizinkan kembali menaiki kapal oleh otoritas Kamboja setelah pemeriksaan kesehatan saat kapal pesiar itu bersandar.

“Total kru WNI di Westerdam 362 orang,” kata Pelaksana Harian (Plh) Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu RI, Judha Nugraha, kepada JawaPos.com, Jumat (21/2).

Terkait kondisi para WNI, pemerintah Indonesia mengaku masih mencoba menghubungi pihak perusahaan kapal pesiar tersebut. Hal itu untuk mengetahui posisi terakhir kapal tersebut berada. Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Achmad Yurianto menjelaskan pihaknya bersama Kementerian Luar Negeri masih mencari tahu kabar terakhir WNI.

“Kami sedang monitor terus bersama Kemenlu, posisi kapalnya di mana masih dicari juga. Kami juga punya kepentingan membantu mengungsikan kembali mereka,” kata Yurianto.

Sementara itu, saat ditanya adanya laporan 27 WNI terinfeksi virus Korona, Yurianto belum bisa memastikan hal itu. Sejauh ini pemerintah masih menunggu kabar dari pihak perusahaan kapal pesiar.

“Masih dicari corporate-nya. Enggak tahu juga (jumlah yang positif), itu masih katanya-katanya,” jelasnya.

Dalam laman South China Morning Post, disebut ada hampir 800 penumpang dari kapal pesiar MS Westerdam yang tersisa di Kamboja dan telah dites dan hasilnya negatif virus Korona. Hal itu sudah dikonfirmasi Kementerian Kesehatan Kamboja. Juru bicara Kementerian Kesehatan Kamboja, Or Vandine mengatakan pihaknya menunggu hasil lab tambahan untuk penumpang lain.

MS Westerdam terdampar di laut selama dua minggu setelah lima negara menolaknya karena takut infeksi virus Korona yang menyebar di kapal. Kamboja mengizinkannya untuk berlabuh pada 13 Februari. Setelah pengujian awal terhadap 20 sampel menunjukkan tidak ada bukti COVID-19 di kapal. Penumpang mulai turun pada hari berikutnya.

Belakangan ternyata ada satu penumpang kapal pesiar asal Amerika Serikat yang dites positif terkena virus Korona saat sudah berada di Malaysia pada 15 Februari. Sehingga hal itu memicu desakan oleh berbagai negara untuk melacak siapa saja yang pernah menjadi penumpang di kapal itu.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads