alexametrics

Tonga Diguncang Letusan Gunung Berapi, Bantuan Pertama Akhirnya Tiba

21 Januari 2022, 17:16:41 WIB

JawaPos.com – Pesawat militer milik Australia dan Selandia Baru berhasil mendarat di Bandara Internasional Fua’amotu. Itu adalah bantuan pertama yang sampai di Tonga sejak ledakan Gunung Berapi Hunga Tonga-Hunga-Ha’apai mengguncang negara tersebut Sabtu (15/1) dan memicu tsunami.

”Pesawat C17 Globemaster itu meninggalkan Pangkalan Udara Amberley, Australia, sekitar pukul 07.00,” bunyi pernyataan Departemen Pertahanan Australia seperti dikutip Agence France-Presse.

Selandia Baru mengirim pesawat C-130 Hercules. Pesawat itu tiba lebih dulu di Tonga sekitar pukul 16.00 waktu setempat disusul milik Australia.

Mereka menegaskan bahwa pesawat tersebut bisa mendarat setelah pemerintah Tonga dan para relawan membersihkan landasan. Mereka menggunakan alat sederhana berupa gerobak dorong dan sekop. Sehari pasca letusan, Tonga tidak bisa dikenali. Hampir seluruh negara tersebut tertutup abu vulkanis sekitar 2 sentimeter. Itu termasuk di bandara.

Perdana Menteri Tonga, Siaosi Sovaleni (kanan) bersama Komisaris Tinggi Australia untuk Tonga, Rachael Moore, menyambut kedatangan pesawat C-17 Globemaster III Angkatan Udara Australia dari Australia yang memuat bantuan kemanusiaan (AFP)

Bantuan dari Australia dan Selandia Baru tersebut membawa air, makanan, lampu darurat, generator, dan kebutuhan lainnya. Air bersih merupakan hal yang paling dibutuhkan penduduk. Sebab, saat ini sumur-sumur masih tercemar abu.

Pesawat tersebut berada di bandara selama 90 menit sebelum kembali ke negara masing-masing. Pemerintah Selandia Baru memastikan kru di pesawat tidak akan kontak dengan penduduk lokal. Itu bertujuan untuk memastikan status Tonga yang bebas Covid-19 tetap terjaga.

Kapal milik Australia HMAS Adelaide saat ini tengah bersiap di Brisbane. Kemungkinan kapal itu berangkat hari ini menuju Tonga. Kapal tersebut akan membawa alat-alat untuk memurnikan air dan kebutuhan kemanusiaan lainnya.

Bencana di Tonga telah mengakibatkan tiga orang tewas. Sistem komunikasi kabel bawah laut juga rusak. Butuh waktu lama untuk memperbaikinya. Itu membuat Tonga seperti terputus dari dunia luar.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (sha/c6/bay)

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads