alexametrics

Apple, Google, dan Meta Dipanggil Gedung Putih, Bahas Ketahanan Siber

21 Januari 2022, 15:01:47 WIB

JawaPos.com – Negara adidaya sekelas Amerika Serikat (AS) terkadang tak berdaya di tangan para peretas. Hal ini membuktikan bahwa di era digital seperti sekarang ini, siapapun bisa menjadi target kejahatan siber, termasuk mereka yang mengklaim punya teknologi pertahanan paling canggih sekali pun.

Baru-baru ini, sebagai tindak lanjut bahwa AS pernah khawatir diancam hacker, Gedung Putih memanggil perwakilan raksasa-raksasa teknologi yakni Apple, Google, Amazon, Meta, dan IBM untuk membicarakan keamanan perangkat lunak, pada Kamis (13/1) lalu. Pertengahan tahun lalu, AS diketahui mengalami beberapa serangan siber besar. Karena alasan itulah Gedung Putih memanggil perwakilan para giant tech.

Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Jake Sullivan, mengirimkan surat kepada eksekutif perusahaan-perusahaan teknologi besar itu pada Desember 2021 lalu. Semua ini karena kerentanan keamanan atau celah yang ada dalam perangkat lunak sumber terbuka yang disebut Log4j.

Pertemuan dipimpin oleh ketua keamanan siber Gedung Putih Anne Neuberger, termasuk pejabat dari organisasi seperti Apache, Google, Apple, Amazon, IBM, Microsoft, Meta, Linux, dan Oracle serta lembaga pemerintah seperti Departemen Pertahanan dan Keamanan Siber dan Infrastruktur atau CISA.

Dikutip dari PhoneArena, Log4j belum lama ini ditemukan digunakan dunia untuk mencatat data dalam aplikasi mereka. Kerentanan logging yang juga bisa disebut sebagai Log4Shell itu ditemukan di situs hosting Minecraft dan memberi kesempatan pada penjahat dunia maya kemampuan untuk secara langsung memasukkan kode ke dalam perpustakaan.

Untungnya, Microsoft dengan cepat berhasil memperbaiki eksploit tersebut, meskipun masih belum sepenuhnya aman. Apple juga diketahui terpengaruh oleh eksploitasi tersebut, karena kelemahan keamanan sistem logging membahayakan iCloud, tetapi itu juga dengan cepat ditangani. Pertemuan yang dipandu oleh wakil penasihat keamanan nasional untuk cyber dan teknologi baru AS yakni Anne Neuberger membahas seberapa aman perangkat lunak sumber terbuka dan apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keamanan tersebut.

Sementara itu melansir ZDNet, Kent Walker, presiden urusan global di Google dan Alphabet, mengatakan bahwa, mengingat pentingnya infrastruktur digital bagi dunia, inilah saatnya untuk mulai memikirkannya dengan cara yang sama seperti yang kita lakukan pada infrastruktur fisik kita.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Rian Alfianto

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads