JawaPos Radar | Iklan Jitu

Wabah Rubela Serang Jepang

20 November 2018, 07:00:59 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
wabah rubela, rubela, jepang,
Jelang Olimpiade Tokyo 2020, infeksi Rubela menyerang seluruh Jepang. Adanya kekkhawatiran bahwa penyakit ini akan menganggu olimpiade maupun paralimpiade (Asia One)
Share this

JawaPos.com - Jelang Olimpiade Tokyo 2020, infeksi Rubela menyerang seluruh Jepang. Adanya kekkhawatiran bahwa penyakit ini akan menganggu olimpiade maupun paralimpiade.

Total pasien rubela pada 2018 telah mencapai 2.000 untuk pertama kalinya sejak lima tahun terakhir. Para ahli menekankan pentingnya mengambil tes antibodi dan vaksinasi. Penyebaran ini terutama karena banyak pria berusia 30-an dan lebih tua tidak divaksinasi.

Ketika wabah ini mulai menyebar, baru ada 19 pasien yang tercatat terinfeksi antara 23 dan 29 Juli, termasuk Tokyo, Chiba dan Aichi. Tetapi jumlah pasien rubella mingguan melonjak menjadi 154 pada periode antara 29 Oktober dan 4 November di 26 wilayah.

wabah rubela, rubela, jepang,
Para ahli menekankan pentingnya mengambil tes antibodi dan vaksinasi (Reuters)

Pada akhir Oktober, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS meningkatkan tingkat siaga untuk wabah rubela di Jepang ke Level 2. Pusat tersebut memperingatkan bahwa wanita hamil tidak boleh bepergian ke Jepang kecuali dilindungi terhadap penyakit melalui vaksinasi atau infeksi sebelumnya.

Jika bayi yang belum lahir terinfeksi rubela melalui ibu mereka pada tahap awal kehamilan, mereka dapat menderita cacat lahir seperti gangguan pendengaran, katarak dan gangguan jantung.

Epidemi rubela bisa berlangsung beberapa tahun, terlepas dari musim dan cuaca. Jika situasi tidak berubah, itu bisa menyebabkan jatuhnya jumlah pengunjung asing ke Jepang.

Keiko Taya dari Pusat Penyakit Menular dan Pusat Epidemiologi mengatakan, banyak orang masih tidak sadar akan layanan vaksinasi yang didukung publik.

“Saya ingin orang-orang mencari informasi secara online dan mendapatkan vaksinasi dengan segera. Kami harus menghentikan peningkatan jumlah pasien untuk mencegah pandemi, ”kata Taya.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up