JawaPos Radar | Iklan Jitu

Balita Diperkosa Lalu Dibuang di Rel Kereta Api di Delhi

20 November 2018, 14:24:42 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
balita, balita diperkosa, pemerkosaan,
Ilustrasi balita yang seharusnya dilindungi dari kekerasan, bukan malah jadi korban kekerasan (Thinkstock)
Share this

JawaPos.com - Seorang balitas perempuan, 2 tahun, diduga diculik dan diperkosa oleh seorang pria, yang kemudian membuangnya di dekat rel kereta api Stasiun Kereta Api Old Delhi. Dilansir dari NDTV pada Senin, (19/11), terdakwa, seorang pecandu narkoba berusia 24 tahun, ditangkap pada Minggu pagi.

Balita malang itu diduga diculik oleh terdakwa pada malam Jumat dan Sabtu ketika dia sedang tidur dengan ibunya di sebuah jalan setapak di daerah Delhi Utara. Ini menurut seorang perwira polisi senior.

Sekitar 2.30 pagi pada hari Sabtu, perempuan itu menemukan putrinya hilang dan mulai mencarinya. Pencarian itu tidak membuahkan hasil, perempuan itu melapor ke polisi sekitar jam 10 pagi pada hari Sabtu.

balita, balita diperkosa, pemerkosaan,
Kasus pemerkosaan telah mengundang banyak kemarahan publik di India, seringkali korbannya anak-anak (AP)

Sekitar sore hari, polisi mengetahui seorang bayi perempuan telah dirawat di sebuah rumah sakit di Delhi dan ia diidentifikasi sebagai anak yang hilang tersebut. Terungkap balita itu telah diperkosa dan terdakwa membuangnya di dekat rel kereta api. Namun ia diselamatkan oleh polisi.

Polisi mengidentifikasi terdakwa dengan memindai rekaman CCTV. Setelah ini, sebuah perangkap diletakkan di berbagai kuil dan gurdwara di mana para penghuni jalan biasanya datang untuk makan dan kemudian terdakwa ditangkap di situ.

Terdakwa biasa mengumpulkan sampah untuk hidup dan juga bekerja sebagai pelayan selama pernikahan. Tiga bulan lalu, dia ditangkap sehubungan dengan kasus pencurian, petugas itu menambahkan.

Ketua Komisi Perempuan Delhi Swati Maliwal bertemu dengan balitan malang itu di rumah sakit. Mereka sangat marah  atas insiden tersebut.

"Balita tunawisma yang diperkosa secara brutal di Delhi. Ibunya yang pengemis tidak bisa dihibur. Tangisannya bergema di kepalaku. Hingga saat belum ada pemerkosa dihukum mati di Delhi," ujarnya.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up