JawaPos Radar

PM Pakistan Imran Khan Ingin Kembalikan Ekonomi dengan Prinsip Nabi

20/08/2018, 10:08 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Imran Khan berjanji untuk memotong pengeluaran pemerintah
Perdana Menteri Pakistan terpilih Imran Khan berjanji untuk memotong pengeluaran pemerintah dan mengatasi korupsi. Dilansir Al Jazeera pada Senin, (20/8), dalam pidato pertamanya di televisi (Skynew)
Share this image

JawaPos.com - Perdana Menteri (PM) Pakistan terpilih Imran Khan berjanji untuk memotong pengeluaran pemerintah dan mengatasi korupsi. Dilansir Al Jazeera pada Senin, (20/8), dalam pidato pertamanya di televisi, Khan bersumpah untuk mengurangi pengeluaran pemerintah dalam upaya untuk mengendalikan defisit fiskal yang menggelembung, sementara mengundang jutaan warga negara di luar negeri untuk berinvestasi kembali ke negaranya.

"Dalam sejarah Pakistan, kita tidak pernah mempunyai krisis ekonomi sebesar ini. Kami akan membangun negara dengan kesejahteraan Islam pada prinsip-prinsip yang dianut oleh Nabi Muhammad ketika ia mendirikan negara Madinah pada abad ke-7," ujar Khan.

Pakistan, terang Khan, adalah negara berhutang tanpa uang. " Tidak ada uang untuk dibelanjakan untuk anak-anak kami, pada orang miskin kami, pada petani kami, kami tidak bisa memberikan air minum bersih kepada orang-orang kami," katanya.

Imran Khan berjanji untuk memotong pengeluaran pemerintah
Pakistanakan membangun negara dengan kesejahteraan Islam pada prinsip-prinsip yang dianut oleh Nabi Muhammad (Reuters)

Pemain kriket yang menjadi politisi berjanji untuk melelang armada lebih dari 80 kendaraan yang dikelola oleh kantor perdana menteri, hanya menyimpan dua untuk penggunaan resmi.

Dia juga mengatakan akan memecat sebagian besar dari 524 staf yang bekerja di kediaman resmi perdana menteri, berjanji untuk memberikan contoh kesederhanaan bagi semua pemimpin dan karyawan pemerintah.

"Jika kita harus menyelamatkan diri dari kehancuran ini, kita harus mengubah pemikiran kita. Kita harus mengubah perilaku kita dan yang paling penting adalah kita harus menciptakan welas asih di dalam hati kita," katanya.

Dalam pidatonya selama satu jam, Khan juga berbicara tentang perlunya menjaga perdamaian dengan tetangga-tetangga Pakistan, tantangan perubahan iklim dan kebutuhan akan reformasi layanan sipil.

Ia juga menguraikan bagaimana ia akan mengubah sektor pendidikan dan kesehatan negara. Khan berbicara positif tentang sistem perpajakan progresif dan kesejahteraan sosial di negara-negara Skandinavia, dengan mengatakan Pakistan harus mengikuti teladan mereka. "Hari ini keadaan rakyat kami, hewan mereka lebih baik," katanya.

Setelah memenangkan 151 kursi di parlemen yang berisi 342 anggota dalam jajak pendapat 25 Juli, Khan disumpah sebagai perdana menteri ke-22 negara itu dalam upacara sederhana di Islamabad. Kemudian pada hari itu, ia meluncurkan kabinet yang terdiri dari 20 anggota antara lain 15 menteri dan lima penasehat.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up