JawaPos Radar

Terkuak, Mark Zuckerberg Telepon Trump Usai Pemilu AS

20/07/2018, 17:05 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Terkuak, Mark Zuckerberg Telepon Trump Usai Pemilu AS
CEO Facebook Mark Zuckerberg menelepon Presiden AS Donald Trump untuk memberi selamat kepadanya pada hari-hari setelah menang dari calon presiden Republik Hillary Clinton (Daily Beast)
Share this

JawaPos.com - Setelah skandal penjualan data Facebook mulai mereda, fakta baru malah terkuak. CEO Facebook Mark Zuckerberg menelepon Presiden AS Donald Trump untuk memberi selamat kepadanya usai menang dari calon presiden Republik Hillary Clinton.

Seperti dilansir NBC pada Kamis (19/7), selama teleponnya kepada presiden terpilih, Zuckerberg memberi selamat kepada tim Trump atas kampanye yang sukses. Kampanye Trump memang menggunakan iklan di Facebook sebagai salah satu strategi kampanye.

Setidaknya tiga orang yang mengonfirmasi terjadinya percakapan tersebut. Mereka mengatakan kepada Buzzfeed, panggilan pribadi merupakan satu di beberapa dukungan dari Facebook atas upaya iklan kampanye.

Terkuak, Mark Zuckerberg Telepon Trump Usai Pemilu AS
Mark Zuckerberg menelepon Trump usai ia memenangkan pemilu AS (AFP)

Sementara itu, Facebook menolak berkomentar dan Kantor Pers Gedung Putih belum menanggapi permintaan untuk komentar. Dalam wawancara Buzzfeed dengan mantan karyawan Facebook dan staf kampanye Trump, Buzzfeed memperoleh memo dan presentasi lainnya yang menunjukkan bahwa Facebook memandang kampanye Trump sebagai inovator dari strategi pemasaran platform iklan media sosial mereka dan menggunakannya untuk memperbaiki model pemasaran yang disebut Test, Learn, Adapt (TLA).

Facebook kemudian menggunakan TLA untuk menguji iklan. Pengguna Facebook sekarang dapat melihat iklan seperti 'Clickbait bukan teman Anda' atau 'Penyalahgunaan data bukan teman Anda' ketika kita membuka aplikasi atau situs web.

Sebuah laporan Bloomberg menunjukkan bahwa Hillary Clinton menghabiskan USD 28 juta sejak Juni hingga November 2016 untuk menguji 66 ribu iklan yang berbeda, sementara Trump menghabiskan USD 44 juta pada fase waktu yang sama.

“Kedua kampanye menghabiskan sangat banyak dana di Facebook antara Juni dan November 2016, tetapi kampanye Trump di Facebook lebih kompleks daripada Clinton. Kemampuan Facebook ternyata lebih baik untuk mengoptimalkan hasil,” kata whitepaper internal Facebook.

"Saya percaya Facebook adalah platform besar untuk presiden," ujar Direktur Kampanye Digital Trump 2016 Brad Parscale, yang juga manajer kampanye 2020 Trump.

(ina/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up