alexametrics

Ahli Penyakit Menular Tuntut WHO Selidiki Ulang Asal-Usul Covid-19

20 Mei 2021, 13:10:30 WIB

JawaPos.com – Pakar penyakit menular terkemuka memanggil Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait hasil investigasi asal usul pandemi Covid-19. Ahli mempertanyakan hasil investigasi WHO yang menyebut tak ada bukti asal-usul virus Korona SARS-CoV-2 berasal dari laboratorium. Menurut para ahli, kemungkinan kebocoran laboratorium tetap bisa terjadi.

Sekelompok ilmuwan terdiri dari 18 institusi top dunia termasuk universitas Cambridge, Harvard, Yale telah merilis pernyataan resmi. Mereka menuntut WHO untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut tentang asal-usul pandemi virus Korona.

“Teori pelepasan yang tidak disengaja dari laboratorium dan limpahan zoonosis dari hewan ke manusia, keduanya tetap laya (terjadi),” tulis para ahli dalam surat pernyataan ‘Selidiki asal-usul Covid-19’ yang diterbitkan dalam jurnal Science, 14 Mei.

Dalam surat mereka, para ahli menelusuri tanggapan global terhadap pandemi virus Korona yang muncul. Hingga 30 Desember 2019, pengawas wabah berbasis Internet Program for Monitoring Emerging Diseases (ProMED) telah merilis pernyataan yang memberi tahu dunia tentang pneumonia yang tidak diketahui penyebabnya di Wuhan, Tiongkok. Sejak pemberitahuan ini, para peneliti di seluruh dunia telah berusaha untuk memahami agen, sindrom pernapasan akut parah, coronavirus 2 (SARS-CoV-2), serta patogenesisnya, transmisi, potensi mitigasi vaksin, terapi, dan bahkan intervensi non-farmasi.

Dilansir dari Science Times, Kamis (20/5), kemudian para ilmuwan dengan keahlian yang relevan mengungkapkan dukungan dengan Direktur jenderal WHO bersama 14 negara termasuk Amerika Serikat, dan Uni Eropa (UE), untuk menyelidiki masalah ini lebih lanjut. Mereka menekankan bahwa kejelasan yang lebih besar tentang asal mula pandemi ini perlu dan layak untuk dicapai.

Di antara penandatangannya adalah Ravindra Gupta, ahli genetika dari Cambridge yang berperan penting dalam respons Inggris terhadap virus Korona dan variannya. Anggota lain adalah Ralph Baric, seorang ahli epidemiologi Amerika yang telah menangani virus korona kelelawar bersama dengan ilmuwan Wuhan yang dikenal sebagai ‘Perempuan Kelelawar”, Shi Zhengli, bahkan sebelum pandemi meletus. Salah satu studi mereka, yang diterbitkan pada November 2015 di jurnal Nature, mendukung teori yang mengatakan bahwa Covid-19 direkayasa.

Editor : Kuswandi

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads