alexametrics

Egg Boy: Muslim Bukan Teroris

20 Maret 2019, 17:28:55 WIB

JawaPos.com – Will Connolly belum berhenti menyita perhatian. Setelah aksi memecahkan telur mentah di kepala senator Fraser Anning, pemuda 17 tahun itu kini disanjung karena ingin membantu para korban serangan di Christchurch, Selandia Baru. Bukan dengan uangnya sendiri, melainkan uang yang dikumpulkan pendukungnya lewat situs GoFundMe.

”Connolly berencana memberikan sebagian besar uang ke korban serangan teror Christchurch.” Demikian bunyi pembaruan keterangan di halaman penggalangan dana GoFundMe untuk Connolly seperti dikutip The New York Times.

Sebagaimana diketahui, Connolly memecahkan telur mentah di kepala senator Fraser Anning pada Sabtu (16/3). Itu dilakukannya lantaran geram dengan komentar Anning yang menuduh imigran muslim sebagai biang terjadinya pembantaian di Christchurch. Anning yang berang sempat memukul Connolly. Gara-gara aksi itu, Connolly menjadi terkenal dengan sebutan egg boy.

penembakan masal, penembakan di masjid, masjid selandia baru, selandia baru, belanda,
Connolly sempat ditahan. Saat itu seseorang langsung membuat halaman GoFundMe untuk menggalang dana bagi proses hukum Connolly. Juga, untuk membeli lebih banyak telur (Twitter)

Connolly sempat ditahan. Saat itu seseorang langsung membuat halaman GoFundMe untuk menggalang dana bagi proses hukum Connolly. Juga, untuk membeli lebih banyak telur. Targetnya adalah mengumpulkan AUD 50 ribu atau setara Rp 504,4 juta.

Dalam tiga hari, uang yang terkumpul sudah melebihi target dan mencapai USD 61.353 (Rp 618,8 juta).

Connolly memang sudah dilepas. Namun, kasus pelemparan telur itu masih diselidiki. Baik terkait peran Connolly, Anning, maupun para pendukung senator rasis tersebut.

Belum diketahui apakah proses hukum bakal dilanjutkan atau tidak. Yang jelas, Connolly tak menyesali perbuatannya sama sekali.

”Muslim bukan teroris dan terorisme tidak punya agama. Mereka yang menganggap umat muslim adalah komunitas teroris, otaknya kosong seperti Anning,” cuit si egg boy lewat akun Twitter-nya.

Beberapa pihak menilai bahwa pelemparan telur itu adalah kekerasan dalam wujud yang sangat ringan. Namun, tidak sedikit pula yang menyebut pelemparan telur sebagai simbol untuk mempermalukan seseorang. Juga, sebagai bentuk protes.

Pendukung Connolly kian banyak. Julukan egg boy resmi disematkan kepadanya. Dia menjadi pahlawan dan simbol perlawanan terhadap kefanatikan. Kaus bergambar wajahnya bertebaran di mana-mana. Seniman Van T. Rudd bahkan membuat mural di Hosier Lane, Melbourne, tentang serangan telur ke Anning.

Beberapa band dan penyanyi Australia menawarkan tiket konser seumur hidup bagi Connolly. Sebut saja Violent Soho, Hilltop Hoods, The Amity Affliction, The Living End, dan Jebediah. Dia juga mendapat tawaran untuk menghadiri festival dan tiket dari artis di luar Australia. Misalnya, Rolling Loud dan Wheatus dari AS. Dia juga pernah ditawari untuk jalan-jalan gratis ke Turki.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : (sha/c7/fal)

Copy Editor :

Egg Boy: Muslim Bukan Teroris