alexametrics

Donald Trump Diminta Ramah kepada Muslim

20 Maret 2019, 14:48:58 WIB

JawaPos.com – Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya mengatakan bahwa duka mendalam akibat aksi teror di Selandia Baru masih dirasakan masyarakat di sana. Sekitar 12.000 warga Wellington dari berbagai agama dan ras berdoa bersama di sebuah lapangan pada Minggu (17/3) unruk menunjukkan solidaritas.

Mereka berdoa untuk para korban penembakan dan juga untuk keluarga yang ditinggalkan. Warga Wellington juga akan berkumpul kembali untuk memperingati satu minggu setelah aksi teror.

penembakan masal, penembakan di masjid, masjid selandia baru, selandia baru, muslim, trump,
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, lanjut Tantowi, dalam waktu yang cepat dia mengumumkan kepada dunia bahwa penembakan brutal itu merupakan aksi terorisme (AFP)

“Para perempuan diharapkan akan memakai penutup kepala seperti hijab, sebagai bentuk penghormatan kepada umat Islam,” kata Tantowi melalui pesan teksnya.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, lanjut Tantowi, dalam waktu yang cepat dia mengumumkan kepada dunia bahwa penembakan brutal itu merupakan aksi terorisme.

“Hal yang tidak dilakukan oleh pemimpin dunia mana pun ketika di negerinya terjadi aksi brutal yang memakan korban umat Islam,” ujar Tantowi.

Seperti diketahui, sehari setelah penembakan dia langsung terbang ke Christchurch menemui para korban dan keluarganya untuk menunjukkan simpati dan perhatiannya sebagai kepala pemerintahan. Foto-foto menunjukkan dia memeluk keluarga korban.

“Pemerintahnya akan bergerak cepat untuk memastikan semuanya akan kembali normal. Dia pun memberikan jaminan kepada keluarga yang ditinggalkan,” lanjutnya.

Ketika Presiden AS Donald Trump menelponnya dan bertanya apa yang Amerika bisa lakukan, dia menjawab, “Ramahlah kepada umat Islam.” Tak berapa lama Trump membuat cuitan, “I love New Zealand.”

“Pasca kejadian, suasana di Selandia Baru berangsur normal meski tetap ada rasa khawatir dan sedih. Tidak ada Hoax, tidak ada orang serta kelompok yang mempolitisir keadaan untuk kepentingan tertentu.”

Tidak ada pula yang memaki dan unjuk rasa untuk melampiaskan kemarahan. Semuanya mendengarkan, mereka tahu pemerintah akan membuat perhitungan kepada teroris dengan caranya sendiri.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : Verryana Novita Ningrum



Close Ads
Donald Trump Diminta Ramah kepada Muslim