alexametrics

Ribuan Orang Prancis Demo Tolak Gelombang Anti-Semit

20 Februari 2019, 14:03:42 WIB

JawaPos.com – Unjuk rasa menentang gelombang anti-semit berlangsung di Prancis. Ini terjadi usai serangkaian tindakan agresif menyerang umat Yahudi, termasuk kuburan mereka di mana sekitar 80 batu nisan dicoret dengan lambang swastika Nazi. 

Dilansir dari The Times of Israel pada Rabu (20/2), di Paris, mantan presiden Francois Hollande dan Presiden Nicolas Sarkozy bergabung dalam rapat umum yang dipimpin oleh Perdana Menteri Edouard Philippe di Republic Plaza. Partai-partai politik dari berbagai spektrum berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa nasional dengan tema ‘That’s Enough’.

Macron juga berkunjung ke Shoah Memorial, sebuah museum Holocaust di Paris. “Setiap kali orang Prancis dihina, diancam, dibunuh, karena ia Yahudi maka seluruh Republik merasa terluka,” ujar Macron pada konferensi pers di Paris.

anti-semit, yahudi, prancis,
Unjuk rasa menentang gelombang anti-semit berlangsung di Prancis. Ini terjadi usai serangkaian tindakan agresif menyerang umat Yahudi, termasuk kuburan mereka (AP)

Beberapa jam sebelum unjuk rasa dimulai, Macron mengunjungi kuburan Yahudi yang dirusak di Quatzenheim, sebuah kota kecil di wilayah Alsace timur laut. Dia mengatakan, dia merasa malu saat melihat nisan kuburan yang rusak. “Ini terlihat seperti kebodohan yang tidak masuk akal,” kata pemimpin Prancis itu. “Kami akan mengambil tindakan,” tambahnya.

Prancis adalah rumah bagi populasi Yahudi terbesar di dunia di luar Israel dan Amerika Serikat. Di antara insiden-insiden yang menimbulkan kekhawatiran munculnya gelombang anti-semit adalah adanya pidato kebencian yang diarahkan pada filsuf Yahudi Alain Finkielkraut dalam pawai Sabtu lalu oleh para pengunjuk rasa rompi kuning.

Dalam insiden baru-baru ini, grafiti swastika ditemukan di potret jalanan Simone Veil. Dua pemuda ditangkap pada hari Jumat setelah mereka menembak sebuah sinagog dengan senapan angin di pinggiran Kota Paris, Sarcelles, tempat sebuah komunitas besar Yahudi tinggal.

Walikota Sarcelles, Patrick Haddad mengatakan kepada BFMTV, jaksa percaya motifnya adalah anti-Semitisme.

Menurut Sosiolog Danny Trom, ribuan orang Yahudi meninggalkan Prancis setiap tahun karena sikap anti-semit. “Ini mungkin perang intensitas rendah, tapi jangan lupa tentang pembunuhan anak-anak Yahudi di sebuah sekolah.”

Pemerintah Prancis melaporkan peningkatan besar dalam gelombang anti-semit tahun lalu. Sebanyak 541 insiden terdaftar, naik 74 persen dari 311 pada 2017. Para pemimpin dari komunitas keagamaan utama Prancis, termasuk perwakilan Kristen, Muslim dan Yahudi, bertemu di Kementerian Dalam Negeri Prancis pada hari Selasa.

Dalam deklarasi bersama, mereka dengan sungguh-sungguh mengutuk tindakan anti-semit dan meminta orang untuk membuat komitmen individu untuk memerangi semua bentuk rasisme dan kebencian.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : Dinda Lisna

Copy Editor :

Ribuan Orang Prancis Demo Tolak Gelombang Anti-Semit