alexametrics

Warga Protes Robot Ini Dapat Hak Lebih Banyak daripada Perempuan Saudi

20 Januari 2019, 12:28:00 WIB

JawaPos.com – Sophia adalah robot perempuan pertama yang diberi kewarganegaraan oleh Arab Saudi di depan ratusan delegasi di Future Investment Initiative di Riyadh tahun lalu. Dilansir dari BBC beberapa waktu yang lalu,  ketika gambar dan video Sophia mulai beredar di media sosial, banyak warga Saudi yang mulai bertanya mengapa robot tersebut mendapatkan lebih banyak hak daripada perempuan Saudi itu sendiri.

Sophia, yang diciptakan oleh perusahaan Hong Kong Hanson Robotics, berbicara kepada hadirin dalam bahasa Inggris tanpa jilbab dan abaya, jubah tradisional yang wajib dikenakan perempuan Saudi di depan umum. “Saya sangat tersanjung dan bangga atas perbedaan unik ini. Peristiwa ini merupakan hal bersejarah karena saya menjadi robot pertama di dunia yang diakui dengan kewarganegaraannya,” paparnya.

Pengguna media sosial di Saudi memuji pengembangan robot itu dengan menuliskan, #Robot_with_Saudi_nationality hampir 30 ribu kali dalam 24 jam pertama sejak pengumuman. Tetapi yang lain memilih tagar yang lebih sarkastik, yaitu #Sophia_calls_for_dropping_guardianship, yang telah digunakan hampir 10 ribu kali.

sophia, rahaf, arab saudi, suaka, kebebasan,
Namun akhir-akhir ini masih ada kasus perempuan Saudi yang mencari kebebasan, Rahaf melarikan diri dari Saudi karena takut dibunuh. Ia mendapat suaka di Kanada (BBC)

Di bawah sistem perwalian Saudi, setiap perempuan harus memiliki pendamping pria di depan umum, biasanya anggota keluarga dekat seperti ayah, paman, atau kakak laki-laki.

“Sophia tidak punya wali, tidak mengenakan abaya atau menutupi auratnya, bagaimana bisa?” komentar seorang pengguna Twitter dengan nada protes.

Sementara yang lain mengunggah gambar wajah Sophia dengan jilbab hitam dan kerudung dengan judul sarkastik, “Bagaimana Sophia akan terlihat setelah beberapa saat lagi.”

Sementara itu, Arab Saudi berusaha melakukan reformasi yang diluncurkan oleh pihak berwenang di Kerajaan. Perempuan diizinkan untuk berpartisipasi dalam Hari Nasional Arab Saudi dan larangan mengemudi bagi perempuan dicabut pada akhir September 2018.

Namun akhir-akhir ini masih ada kasus perempuan Saudi yang mencari kebebasan, Rahaf melarikan diri dari Saudi karena takut dibunuh. Ia mendapat suaka di Kanada.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : Dinda Lisna

Warga Protes Robot Ini Dapat Hak Lebih Banyak daripada Perempuan Saudi