JawaPos Radar | Iklan Jitu

Sakit Punggung, Pria Malah Suntikkan Air Maninya Sendiri Hingga Radang

20 Januari 2019, 18:12:47 WIB
sakit punggung, air mani, seks,
Pasien mengungkapkan bahwa dia telah menyuntikkan air maninya sendiri secara intravena sebagai metode inovatif untuk mengobati sakit punggung (Reuters)
Share this

JawaPos.com - Seorang pria dirawat di rumah sakit setelah berulang kali menyuntikkan air mani ke dalam tubuhnya untuk meredakan sakit punggung kronis yang menimpanya. Sebuah studi lalu menerbitkan Irish Medical Journal, yang menceritakan tentang kasus pria ini.

"Ini adalah kasus injeksi semen yang dilaporkan pertama kali, digunakan sebagai perawatan medis," tulis para dokter di Dublin dalam sebuah studi kasus dilansir dari HuffPost pada Minggu (20/1).

"Obat itu dilaporkan ditemukan ketika ia muncul di kantor dokter dengan keluhan nyeri punggung yang parah. Saat memeriksa pasien, seorang dokter memperhatikan lengan kanan pria itu tampak bengkak dan meradang.

Penjelasan yang diberikan pria itu adalah sesuatu yang mungkin tidak pernah diharapkan dokter.

"Pasien mengungkapkan bahwa dia telah menyuntikkan air maninya sendiri secara intravena sebagai metode inovatif untuk mengobati sakit punggung," tulis para dokter dalam penelitian tersebut. "Dia telah merancang 'obat' ini terlepas dari saran medis apa pun."

Pria itu dilaporkan  membeli jarum suntik secara online dan telah menyuntikkan dirinya sebulan sekali selama 18 bulan terakhir. Sebelum mengunjungi dokter, dia mengatakan dia membuat punggung bawahnya sakit karena mengangkat benda berat.

Air mani tersebut dilaporkan memasuki pembuluh darah dan otot pria itu. X-ray mengungkapkan udara terperangkap di bawah kulit pria itu, dan ia segera dirawat di rumah sakit.

Dokter merawat pria itu dengan terapi antimikroba intravena. Nyeri punggungnya dilaporkan mereda.

Studi ini diakhiri dengan peringatan bahwa eksperimen medis adalah berbahaya dan berisiko bagi individu yang tidak terlatih untuk menyuntikkan diri dengan zat yang tidak dimaksudkan untuk penggunaan intravena.

Editor           : Dyah Ratna Meta Novia
Reporter      : Verryana Novita Ningrum

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up