alexametrics

AS Klaim akan Gunakan Teknologi untuk Damaikan Palestina dan Israel

19 Desember 2018, 10:37:38 WIB

JawaPos.com – Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB Nikki Haley mengatakan, AS memiliki rencana untuk menengahi Palestina dan Israel pada Selasa (18/12). AS akan membawa elemen baru dalam diskusi yaitu dengan memanfaatkan teknologi baru dunia.

Namun, selama pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang Timur Tengah Haley tidak Pemula-tunggu, rencana yang tidak mengeluarkan. Rencana ini telah disiapkan oleh Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner.

“Ini jauh lebih lama. Tampak lebih banyak rincian yang jelas dalam rencana ini, ”kata Haley dilansir dari Reuters Selasa (18/12). Ia mengatakan, ia telah membaca rencana tersebut.

Perlu Dicari bahwa Palestina skeptis dan menuduh pemerintah Presiden AS Donald Trump berpihak pada Israel pada isu-isu inti yang berkaitan dengan konflik yang telah berlangsung seribu tahun. Mereka menolak dalam upaya AS sejak Desember 2017 membuat Trump menggunakan Yerusalem sebagai  I bu  K ota Israel dan pengiriman kedutaan AS di sana.

“Orang-orang Palestina memiliki segalanya untuk diperoleh dengan penemuan dalam negosiasi damai,” kata Haley. “Rencana ini akan berbeda dari yang sebelumnya. Pertanyaan kritisnya adalah apakah responnya akan berbeda.

Selain itu, Haley menuduh negara-negara Arab tidak memprioritaskan rakyat Palestina. “Karena jika mereka membantu, mereka akan berada di balik meja di meja,” katanya.

Negara-negara Eropa telah lama mengutakakan Washington untuk merilis rencana perdamaiannya. Duta Besar Swedia, Olof Skoog, menyesalkan ke dewan yang mengharapkan proses yang terlihat.

Ini adalah pertunjukan Haley pada pertemuan Dewan Keamanan di Timur Tengah. Selama dua tahun terakhir, ia secara umum menggunakan pertemuan itu untuk menargetkan Iran atas biaya AS yang ia ikut campur di daerah tersebut.

Haley akan mundur pada akhir tahun. Trump telah  menunjuk  J uru B icara  Kementerian Luar Negeri AS Heather Nauert untuk publikasinya.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : (iml/JPC)

AS Klaim akan Gunakan Teknologi untuk Damaikan Palestina dan Israel