JawaPos Radar | Iklan Jitu

Remaja Pinjam Rp 210 Juta Lebih untuk Beli Perlengkapan Video Game

19 November 2018, 06:10:59 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
video game, game, remaja,
Seorang gadis ramaja 16 tahun telah mengajukan pinjaman setiap hari selama enam bulan untuk membeli koin, kostum, dan alat peraga virtual untuk video game populer Jade Dynasty yang dia mainkan (Igromania)
Share this

JawaPos.com - Seorang gadis ramaja 16 tahun telah mengajukan pinjaman setiap hari selama enam bulan untuk membeli koin, kostum, dan alat peraga virtual untuk video game populer Jade Dynasty yang dia mainkan. Dilansir dari South China Morning Post pada Jumat, (16/11), total hutang gadis yang tinggal di timur laut Tiongkok itu membengkak hingga USD 14.400 atau sekitar Rp 210 juta lebih dengan asumsi 1 dolar sama dengan Rp 14.600.

Uang sebanyak itu hanya dihabiskan untuk perlengkapan dan kostum untuk video game. Sang ibu baru menyadari ketika dia mencoba menarik deposit 180.000 Yuan dari banknya di Shenyang, Provinsi Liaoning. Namun ibu bermarga Li, diberitahu bank kalau ia hanya memiliki lebih dari 20.000 Yuan yang tersedia untuk ditarik karena ia telah mengajukan banyak pinjaman dengan total 108.300 Yuan plus bunganya.

"Dia mengajukan pinjaman setiap hari selama enam bulan terakhir," kata Li. "Dia menghabiskan 4.000 yuan untuk kostum paling mahal," imbuhnya.

video game, game, remaja,
Namun industri game yang berkembang pesat telah menuai kritik. Terutama dari orangtua yang khawatir tentang anak-anaknya yang hanya akan menjadi pecandu video game (HBO)

Li mengatakan, dia berencana untuk menghubungi pengembang game tersebut. Meminta untuk pengembalian dana dengan alasan kalau putrinya masih anak-anak.

Nilai pasar game online Tiongkok mencapai 212 miliar Yuan tahun lalu, dengan 588 juta pengguna terdaftar, menurut analisi penyedia data internet yang berbasis di Beijing.

Namun industri game yang berkembang pesat telah menuai kritik. Terutama dari orangtua yang khawatir tentang anak-anaknya yang hanya akan menjadi pecandu video game. Sebagai tanggapan, regulator berhenti menyetujui game baru pada akhir Maret untuk membatasi jumlah rilis games baru dan membatasi waktu yang dihabiskan anak-anak untuk memainkannya.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up