JawaPos Radar | Iklan Jitu

6.000 Ikan Sturgeon Mati Masal di Tiongkok

19 November 2018, 17:00:59 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
ikan sturgeon, ikan, mati masal,
Pihak berwenang Tiongkok sedang menyelidiki kematian masal 6.000 ikan sturgeon di penangkaran sejak tahun lalu (SCMP)
Share this

JawaPos.com - Pihak berwenang Tiongkok sedang menyelidiki kematian masal 6.000 ikan sturgeon di penangkaran sejak tahun lalu. Tampaknya kematian ikan yang terancam punah ini disebabkan oleh pembangunan resor ekowisata di dekatnya.

Sejak awal 2018, 36 ikan dewasa, berusia di atas 20 tahun, dan sekitar 6.000 yang lebih muda, berusia hingga dua tahun, telah tewas di peternakan Hengsheng di Jingzhou, Provinsi Hubei Tiongkok tengah. Sebuah panel yang ditunjuk oleh biro perikanan provinsi mengatakan, kematian itu terjadi akibat guncangan, suara, dan perubahan sumber air yang disebabkan oleh pembangunan Zona Pariwisata Ekowisata Jinan.

Menanggapi klaim itu, Kementerian Pertanian mendesak pemerintah lokal untuk melakukan semua hal yang dapat menjamin keamanan spesies yang terancam punah.

ikan sturgeon, ikan, mati masal,
Seorang pemimpin eksekutif dari fasilitas penangkaran mengatakan, ketika pekerjaan konstruksi bergerak lebih dekat ke peternakan, ikan menjadi semakin tertekan dan mereka kadang-kadang melompat keluar (SCMP)

Berasal dari Sungai Yangtze, sturgeon hampir punah di alam liar karena masalah yang disebabkan oleh polusi, penangkapan ikan berlebihan, dan pembangunan bendungan besar. Tiongkok meluncurkan program penagkaran pada 1970-an ketika para ilmuwan melihat penurunan tajam dalam jumlah ikan, yang diperkirakan telah ada di planet ini selama sekitar 140 juta tahun.

Tantangan terbaru terhadap keberadaan spesies ini dimulai pada 2016 ketika adanya pengumuman untuk mengembangkan sebuah atraksi ekowisata yang dekat dengan pertanian air. Selama setahun terakhir, lebih dari 10 tim inspeksi resmi telah mengunjungi lokasi konstruksi dan memerintahkan pekerjaan untuk dihentikan, tetapi instruksi mereka tidak diperhatikan.

Seorang pemimpin eksekutif dari fasilitas penangkaran mengatakan, ketika pekerjaan konstruksi bergerak lebih dekat ke peternakan, ikan menjadi semakin tertekan dan mereka kadang-kadang melompat keluar dari air.

Dia mengatakan, peternakan juga harus mencari sumber air lain, setelah pekerja konstruksi mulai mengambil pasokan dari danau yang sebelumnya mereka gunakan, yang menyebabkannya terkontaminasi.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up