JawaPos Radar

Terpojok Akibat Hilangnya Khashoggi, Saudi Dibela Liga Dunia Islam

19/10/2018, 14:23 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Khashoggi, AS, arab saudi, trump, MBS, raja salman,
Dunia menuding Putra Mahkota Arab Saudi dalang pembunuhan Khashoggi (AP)
Share this

JawaPos.com - Liga Dunia Islam membela Arab Saudi yang saat ini terpojok posisinya akibat dituding menjadi dalam pembunuhan jurnalis Washington Post Jamal Khashoggi. Salah satu organisasi Islam non- pemerintah terbesar di dunia ini menyatakan bahwa provokasi terhadap Saudi sama saja provokasi terhadap umat Islam di seluruh dunia.

"Kepemimpinan Arab Saudi dalam dunia Islam bukan perkara baru, tapi suatu posisi yang sudah diterima sejak puluhan tahun yang silam berkat berbagai gagasan Saudi yang sangat konsisten dalam bidang keamanan dan perdamaian dunia," kata Sekjen Liga Dunia Islam, Dr. Mohammed bin Abdul Karim Al-Esa dilansir RMOL.co (Jawa Pos Grup), beberapa waktu lalu.

Dia menilai tuduhan terhadap Saudi saat ini sudah sampai pada tingkat mengancam stabilitas internasional, baik politik maupun ekonomi. "Liga Dunia Islam menolak keras segala bentuk ancaman terhadap Arab Saudi seraya menegaskan bahwa posisi Arab Saudi penting di dunia Arab dan Islam karena telah memainkan peranan sentral dan bersejarah dalam mewujudkan keamanan, stabilitas dan kesejahteraan kawasan Arab dan dunia," katanya.

Khashoggi, AS, arab saudi, trump, MBS, raja salman,
Pembelaan Liga Islam Dunia terhadap Saudi menyusul menguatnya kasus Jamal Khashoggi. Khashgoggi dilaporkan hilang ketika hendak mengurus dokumen pernikahannya (Samarew)

Pembelaan Liga Islam Dunia terhadap Saudi menyusul menguatnya kasus Jamal Khashoggi. Khashgoggi dilaporkan hilang ketika hendak mengurus dokumen pernikahannya dengan Hatice Cengiz di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki.

Saudi bersikukuh Khashoggi telah keluar dari gedung dengan selamat. Namun, pejabat Turki menyampaikan bahwa Khashoggi dilaporkan disiksa dan dibunuh 15 orang, yang salah satunya merupakan pakar forensik yang bertugas memutilasi jenazahnya.

Akibat kasus tersebut, perusahaan teknologi dari Tiongkok dan media-media Barat menarik diri dari perhelatan yang diadakan Saudi. Presiden AS Donald Trump mengancam memberikan sanksi kepada Saudi terkait kasus tersebut.

Para pemimpin organisasi dunia Islam, kata Mohammed bin Abdul Karim, memberikan dukungan penuh kepada Saudi dalam menghadapi berbagai upaya makar dan propaganda busuk yang dilancarkan terhadap kepemimpinan Arab Saudi di dunia Islam melalui ancaman pemberlakukan sanksi ekonomi dan memberikan tekanan politik dengan menyebarkan tuduhan palsu.

"Sejarah Arab Saudi yang gemilang dalam bidang perdamaian dan kerjasama internasional semakin menguatkan kepemimpinannya dalam agenda perdamaian dunia. Memprovokasi Saudi sama dengan memprovokasi 1 miliar umat Islam di seluruh dunia," tukas Mohammed bin Abdul Karim yang juga ketua dewan ulama internasional.

(met/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up