JawaPos Radar

Netanyahu Izinkan 1.000 Orang Etiopia Berimigrasi ke Israel

19/09/2018, 06:10 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
netanyahu, etiopia,
Komunitas Falashmura di Etiopia mengklaim sebagai keturunan Yahudi Ethiopia. Mereka telah lama berjuang untuk mendapat hak menetap di Israel, meskipun negara Yahudi tidak mengakui mereka seperti itu (AP)
Share this image

JawaPos.com - Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memutuskan mengizinkan 1.000 orang Etiopia berimigrasi ke Israel. Dilansir dari The Arab News pada Senin, (17/9), komunitas Falashmura di Etiopia mengklaim sebagai keturunan Yahudi Ethiopia. Mereka telah lama berjuang untuk mendapat hak menetap di Israel, meskipun negara Yahudi tidak mengakui mereka seperti itu.

Israel yang mengambil puluhan ribu orang Yahudi dari negara Afrika pada 1980-an dan 1990-an  menganggap proses itu harus lengkap. Ini juga menerapkan kebijakan imigrasi yang ketat untuk non-Yahudi.

Namun pada tahun 2015, pemerintah menetapkan daftar nominatif 9.000 orang Etiopia yang diizinkan berimigrasi ke Israel dalam waktu lima tahun atas dasar reuni keluarga. Netanyahu mengatakan, sejak keputusan itu, 1.300 Falashmuras telah berimigrasi ke Israel. Komunitas Ethiopia Israel sekarang berjumlah sekitar 140.000 orang, termasuk lebih dari 50.000 yang lahir di negara Yahudi.

netanyahu, etiopia,
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memutuskan mengizinkan 1.000 orang Etiopia berimigrasi ke Israel. Dilansir dari The Arab News pada Senin, (17/9) (Anadolu)

Sebagian besar dari mereka adalah keturunan komunitas yang terputus dari dunia Yahudi selama berabad-abad, dan terlambat diakui oleh otoritas keagamaan Israel. Tetapi Falashmura, yang sebagian besar dipaksa untuk masuk Kristen pada abad ke-19, tidak pernah menerima pengakuan seperti itu.

Orang Yahudi Ethiopia telah melakukan serangkaian protes dalam beberapa tahun terakhir untuk mengecam rasisme dan diskriminasi terhadap mereka di Israel. Mereka menuntut agar anggota keluarga di Ethiopia diizinkan untuk bergabung dengan mereka.

Beberapa orang Yahudi Ethiopia menentang gelombang baru imigrasi, dengan alasan bahwa Israel menghadapi kesulitan yang cukup dalam mengintegrasikan komunitas yang ada dan mereka yang masih di Ethiopia bukan orang Yahudi. "Kami tidak siap untuk menerima rasisme terhadap komunitas Yahudi Ethiopia atau terhadap komunitas lainnya di Israel," kata Netanyahu.

Sebuah organisasi nonpemerintah yang mewakili orang-orang Ethiopia di Israel meminta Netanyahu untuk memberikan orang-orang Yahudi yang tersisa di negara Afrika itu izin untuk berimigrasi. “Kami menuntut Perdana Menteri Israel berkomitmen pada janji-janjinya dan memberikan resolusi segera untuk membawa ke Israel semua 8.000 anggota komunitas Yahudi Ethiopia yang tersisa,” kata Juru Bicara Perjuangan Kelompok Ethiopia, Alisa Bodner.

"Selama pemerintah terus melanggar komitmen 2015 dan menjaga keluarga terpisah, kami akan terus memprotes dan memperjuangkan keadilan," ujarnya.

 

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up