JawaPos Radar | Iklan Jitu

Cabut Visa, AS Keluarkan Anak Pejabat Palestina dari Sekolah

19 September 2018, 09:54:05 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
AS cabut visa, PLO,
AS terus bersikeras untuk menutup kantor perwakilan diplomatik PLO di Washington bulan depan. Oleh karena itu Washington dengan segera mencabut visa para diplomat PLO (Najah.Edu)
Share this

JawaPos.com - Amerika Serikat (AS) meningkatkan tekanan terhadap Palestina. Pemerintahan Presiden Donald Trump mencabut visa istri dan dua anak Husam Zomlot. Sebelumnya, Zomlot merupakan Dubes Palestine Liberation Organization (PLO) sekaligus Kepala Delegasi PLO di AS.

Usai kehilangan visanya, Zomlot mengaku kecewa berat. Menurutnya ini bertentangan dengan norma diplomatik. Perseteruan politik tidak boleh melibatkan anak-anak, pasangan, dan keluarga seorang diplomat. "Tapi, AS melanggar aturan tersebut," katanya kepada Reuters seperti dilansir JPNN, Selasa, (18/9).

Berita dicabutnya visa Zomlot dan keluarganya tersebut muncul pekan lalu. Saat itu Departemen Luar Negeri AS memanggil dua pegawai kedutaan PLO. Dalam pertemuan formal tersebut, AS menginformasikan bahwa visa Zomlot dan keluarganya dianggap sudah tak valid lagi karena sudah tak boleh ada lagi delegasi resmi PLO di AS.

AS cabut visa, PLO,
Di era Trump, AS condong mendukung Israel (Guardian)

AS terus bersikeras untuk menutup kantor perwakilan diplomatik PLO di Washington bulan depan. Oleh karena itu Washington dengan segera  mencabut visa para diplomat PLO. Apabila para diplomat PLO tetap ingin tinggal di AS maka diplomat dan keluarganya harus mengubah status keimigrasiannya.

Bukan hanya visa yang dicabut, dua anak Zomlot pun kehilangan hak untuk mendapat pendidikan. Pekan lalu Zaid dan Alma yang masing-masing berusia 7 dan 5 tahun dikeluarkan dari Horace Mann Elementary School, Washington. Ini merupakan tindakan yang brutal.

Kondisi itu memaksa keluarga Zomlot pulang kampung. Mereka kembali ke Palestina meski masa berlaku visa mereka seharusnya baru berakhir pada 2020.

Hal yang lebih menyakitkan, AS juga membekukan rekening bank milik seluruh delegasi PLO di wilayahnya. "AS berusaha menekan dan mengancam penduduk Palestina ke level yang lebih ekstrem," ujar anggota Komite Eksekutif PLO Hanan Ashrawi.

(met/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up