JawaPos Radar

Wafat di Usia 80 Tahun, Begini Kofi Annan di mata Para Pemimpin Dunia

19/08/2018, 12:27 WIB | Editor: Dimas Ryandi
kofi annan
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Kofi Annan wafat di usia 80 tahun setelah lama berjuang melawan penyakitnya. Prai Ghana itu dijuluki sebagai penuntun kebaikan dunia. (reuters)
Share this image

JawaPos.com -  Berpulangnya Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Kofi Annan di usia 80 tahun masih meninggalkan duka bagi banyak orang. Peraih nobel itu adalah sosok yang sering disebut sebagai sosok paling tenang sepanjang sejarah. 

Bagi beberapa orang yang berada di dekatnya sehari-hari, Annan dikenal sebagai orang yang nyaris tak pernah marah. Itu tercermin dari bagaimana caranya berbicara dan mersepons segela sesuatunya.

Seperti dilansir The New Yorker, sosok Annan bahkan tanpa lelah berbicara tentang kebutuhan dunia akan pemimpin yang lebih bertanggung jawab, saat melakukan wawancara dengan BBC April lalu yang bertepatan dengan ulangtahunnya yang ke 80. Dia mengatakan, bahwa pemimpin seharusnya berkepala dingin dan memiliki penilaian yang bijaksana. 

Tokoh-tokoh dunia bahkan memberikan penghormatan khusu kepada Annan. Karena sosoknya dikenal sebagai  bersahaja di mata para pemimpin dunia. Pemimpin PBB Antonio Guterres bahkan menjulukinya sebagai kekuatan penuntun kebaikan. 

Presiden Rusia Vladimir Putin juga menggambarkan Annan sebagai sosok yang luar biasa. Begitupun mantan Presiden AS Barrack Obama, yang mengatakan bahwa Annan adalah sosok yang selalu mengajarkan dunia untuk jadi lebih baik. 

Annan adalah warga Ghana yang bertugas sebagai kepala PBB dari tahun 1997 hingga 2006 sekaligus merupakan satu-satunya warga kulit hitam Afrika yang pernah memegang jabatan tersebut sepanjang sejarah. Sejak itu ia telah melayani sebagai utusan khusus PBB untuk Syria dan memimpin upaya untuk menemukan solusi atas konflik tersebut.

Seperti dilansir BBC, Diplomat luar biasa itu meninggal dunia di rumah sakit di kota Bern, Swiss. Annan telah tinggal di dekat Jenewa selama beberapa tahun terakhir.  Dia meninggal dengan tenang pada Sabtu (18/8) setelah melawan penyakitnya. 

"Dia adalah sosok internasionalis yang sangat berkomitmen dan telah berjuang sepanjang hidupnya untuk dunia yang lebih adil dan lebih damai."

(trz/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up