JawaPos Radar

Tim Sepakbola Muda Kenang Momen Penuh Harap Saat Diselamatkan dari Gua

19/07/2018, 11:00 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Tim Sepakbola Muda Kenang Momen Penuh Harap Saat Diselamatkan dari Gua
Sebanyak 12 anak laki-laki dan pelatih yang tergabung dalam tim sepakbola Wild Boars tampil di publik untuk pertama kalinya (Reuters)
Share this image

JawaPos.com - Sebanyak 12 anak laki-laki dan pelatih yang tergabung dalam tim sepakbola Wild Boars tampil di publik untuk pertama kalinya. Mereka tampil setelah diselamatkan dari Gua Tham Luang yang tergenang banjir.

Mereka melambaikan tangan, tersenyum, dan mengucapkan salam 'wai' khas Thailand di acara televisi nasional pada Rabu, (18/8), malam. Salah satu anak laki-laki, Adul Sam On mengingat saat kedua penyelam Inggris menemukan mereka pada 2 Juli lalu.

Saat itu tim Wild Boars itu sedang berjongkok. Kadang mereka juga berusaha untuk menggali jalan keluar.

Tim Sepakbola Muda Kenang Momen Penuh Harap Saat Diselamatkan dari Gua
Misi evakuasi tim sepakbola muda Thailand dari Gua Tham Luang, salah satu misi paling berbahaya (Infografis: Kokoh/Jawapos.com)

"Itu ajaib, saya banyak berpikir sebelum saya bisa menjawab pertanyaan mereka,” kata Adul yang pada waktu itu berbicara bahasa Inggris. "Semua orang senang, itu adalah momen yang paling penuh harapan setelah 10 hari," tambahnya dilansir Channel News Asia Kamis (19/7).

Para dokter, kerabat dan teman-teman mereka hadir dengan pakaian tradisional berwarna kuning. Mereka berusia 11 hingga 16 tahun dan pelatih mereka berusia 25 tahun. Wild Boars mengenakan kaos bertuliskan grafis berwarna merah merah 'Wild Boars'.

Studio itu dirancang berbentuk lapangan sepak bola, lengkap dengan tiang gawang dan jaring. Para medi dan penonton juga terlihat di balik barikade.

“Saya mengatakan kepada semua orang untuk bertarung, jangan putus asa,” kata seorang bocah, menggambarkan bagaimana kelompok itu berjuang untuk tetap hidup.

Pelatih mereka, Ekkapol Chantawong mengatakan, urutan mereka keluar tak didasari pada kesehatan mereka. "Anak-anak yang rumahnya paling jauh pergi lebih dulu, sehingga mereka bisa mengatakan kepada semua orang bahwa anak-anak itu baik-baik saja," kata Ekkapol.



(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up