JawaPos Radar

Intelijen Rusia Dituduh Tawarkan Seks Guna Masuk Organisasi AS

19/07/2018, 14:10 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Intelijen Rusia Dituduh Tawarkan Seks Guna Masuk Organisasi AS
Ilustrasi intelijen perempuan Rusia saat melakuan aksinya yang begitu menawan (Inlander)
Share this image

JawaPos.com - Seorang perempuan bernama Maria Butina dituduh berprofesi sebagai agen intelijen Rusia. Ia dituding menawarkan layanan seks guna mendapat jabatan dalam organisasi khusus di Amerika Serikat (AS).

Butina menghadiri sidang pengadilan AS di Washington DC, setelah ia ditangkap pada Minggu, (15/7). Hakim Deborah Robinson menyatakan, Butina harus ditahan dan dilarang ke luar negeri karena Pemerintah AS telah membuktikan tiada jaminan dia akan menghadiri persidangan jika dibebaskan.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengecam penahanan Butina dan mengatakan tindakan AS sengaja dirancang untuk mengesampingkan hasil-hasil positif dalam pertemuan antara Presiden Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump di Helsinki, pada Senin, (16/7).

Intelijen Rusia Dituduh Tawarkan Seks Guna Masuk Organisasi AS
Kremlin terkenal mengirim intelijennya ke berbagai belahan dunia (Sputnik)

Pengacara Butina mengungkapkan, kliennya telah bekerjasama dengan pemerintah AS selama beberapa bulan. Kini dia dituduh sebagai agen asing dan berkonspirasi melawan pemerintah asing.

"Kami tengah memantau persoalan itu, tapi ini adalah proses yang panjang," kata Juru Bicara Gedung Putih Sarah Sanders dilansir BBC, Kamis, (19/7).

Butina masuk ke AS menggunakan visa pelajar F-1. Dia baru saja meraih gelar pascasarjana bidang Hubungan Internasional dari American University di Washington DC.

Pada 2015, dia bercerita ke sebuah acara radio AS bahwa dirinya dibesarkan di hutan Siberia dan diajari berburu oleh ayahnya. Setelah sempat menjadi pemilik toko mebel waralaba, dia mengaku pindah ke Moskow dan mendirikan organisasi bernama Hak Menyandang Senjata yang mengadvokasi kepemilikan senjata perorangan di Rusia.

Berdasarkan laporan media AS, atasan langsung Butina tampaknya adalah Alexander Torshin, Wakil gubernur Bank Sentral Rusia dan mantan senator Rusia dari partai politik pimpinan Putin. Bahkan dalam pengajuan visa ke AS, Butina menyebut dia pernah bekerja sebagai asisten khusus Torshin.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up