alexametrics

Singapura Anggap UAS Sebarkan Ajaran Ekstremis

19 Mei 2022, 19:14:39 WIB

JawaPos.com – Pemerintah Singapura akhirnya angkat bicara mengenai penolakan masuk Ustad Abdul Somad (UAS) ke negaranya. Kementerian Dalam Negeri Singapura (MHA) menyebut, UAS dilarang masuk karena pernah menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi. Hal itu tidak bisa diterima di masyarakat multiras dan multiagama Singapura.

MHA mencontohkan beberapa pernyataan UAS yang dianggap ekstremis. Misalnya, UAS pernah mengatakan bahwa bom bunuh diri itu sah dalam konteks konflik Israel-Palestina. UAS juga disebut pernah berkomentar merendahkan agama lain. Selain itu, UAS secara terbuka menyebut nonmuslim sebagai kafir.

”Pemerintah Singapura memandang serius siapa pun yang menganjurkan kekerasan dan atau mendukung ajaran ekstremis dan segregasi. Somad dan teman perjalanannya ditolak masuk ke Singapura,” tulis MHA dalam laman resminya.

Singapura bukan negara pertama yang menolak UAS. Sejumlah negara diketahui pernah melakukan hal yang sama. UAS pernah ditolak masuk Hongkong pada 2017 lalu saat akan memberikan ceramah di sana. Kemudian, pada 2018, dia juga ditolak masuk ke Timor Leste. Pada 2020, sejumlah negara di Eropa tak mengizinkan dia masuk. Seperti Belanda dan Inggris.

Pengamat hubungan internasional Teuku Rezasyah menilai, setiap negara memang memiliki kewenangan untuk menerima atau tidak seseorang masuk ke negaranya. Hal ini pun biasanya didasari oleh data intelijen yang mereka miliki. Amerika Serikat (AS) misalnya. Mereka sudah mengetahui siapa dan latar belakang seseorang yang hendak masuk ke negaranya saat pengajuan visa.

”Hal ini yang harus dimengerti. Pemerintah Singapura sudah menjelaskan dan menetapkan. Jadi, harus dihormati,” ujarnya kemarin (18/5).

Editor : Ilham Safutra

Reporter : mia/c17/oni

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads