alexametrics

1 Juta Warga Demam Diduga Covid-19, Korut Klaim Sembuh dalam Seminggu

19 Mei 2022, 06:37:20 WIB

JawaPos.com – Sebanyak 1 juta warga Korea Utara mengalami demam seiring ditemukannya kasus Covid-19. Pakar asing percaya sebagian besar gejala demam adalah terkena Covid-19. Hanya saja, Korea Utara tidak memiliki alat tes jitu untuk mengonfirmasi kasus. Korut mengklaim bahwa warga yang diserang demam sudah sembuh dalam seminggu.

Korea Utara mengatakan lebih dari satu juta orang telah pulih dari dugaan Covid-19 hanya dalam seminggu. Korut mengklaim sanggup mengelola wabah ketika para ahli global menyatakan keprihatinan mendalam tentang ancaman sistem kesehatan di sana.

Total sudah ada 62 kematian dan lebih dari 1,7 juta orang mengalami demam sejak akhir April. Sebanyak 691.170 orang tetap dikarantina.

Tidak jelas bagaimana lebih dari 1 juta orang pulih begitu cepat ketika obat-obatan, peralatan medis, dan fasilitas kesehatan terbatas untuk merawat populasi 26 juta orang. Terlebih, rakyat Korut tidak divaksinasi. Beberapa ahli mengatakan Korea Utara bisa saja membebaskan orang-orang dari karantina setelah demam mereka mereda.

WHO Prihatin

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa Korea Utara belum menanggapi permintaannya untuk lebih banyak data tentang wabah terkait Covid-19.

Sebelum mengakui infeksi Covid-19 untuk pertama kalinya pekan lalu, Korea Utara telah mengklaim mampu mencegah virus tersebut. Padahal mereka enggan menerima jutaan dosis vaksin yang ditawarkan program distribusi COVAX yang didukung PBB.

“WHO sangat prihatin dengan risiko penyebaran Covid-19 di Korea Utara,” kata Tedros.

Tedros juga mencatat bahwa negara tersebut memiliki jumlah orang yang mengkhawatirkan dengan kondisi mendasar. Hal itu bisa membuat mereka terkena Covid-19 yang parah. Sementara itu, Kepala Kedaruratan WHO Michael Ryan mengatakan penularan virus yang tidak terkendali dapat menyebabkan varian baru.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads