alexametrics

Selandia Baru Siap Rombak Aturan Kepemilikan Senpi

19 Maret 2019, 20:16:19 WIB

JawaPos.com – Otoritas Selandia Baru mengerahkan sekitar 250 detektif dan spesialis untuk menyelidiki teror di masjid Christchurch. Polisi juga menangkap remaja 18 tahun yang sengaja menyebarkan video siaran langsung penembakan di Christchurch tersebut lewat Facebook.

Unggahannya disertai komentar yang bisa memicu kekerasan ekstrem. Pemuda itu terancam hukuman 14 tahun penjara. Facebook menyatakan telah menghapus 1,5 juta video serangan Christchurch.

Pemerintah Selandia Baru berusaha keras agar tak terjadi insiden serupa. Perdana Menteri Jacinda Ardern menegaskan bahwa kabinetnya menyetujui prinsip utama perombakan aturan kepemilikan senjata api (senpi). Rencananya, dalam waktu sepuluh hari ke depan perubahan undang-undang itu sudah selesai dan perinciannya diumumkan.

Jika ada penduduk yang ingin menyerahkan senjata yang dimiliki, Ardern meminta mereka tak ragu untuk melakukannya. Ada sekitar 1,5 juta senjata api yang beredar di Negeri Kiwi tersebut.

”Saya sangat yakin mayoritas pemilik senjata di Selandia Baru bakal setuju dengan pernyataan bahwa perubahan harus terjadi,” ujar Ardern.

Selandia Baru termasuk negara dengan aturan kepemilikan senjata yang longgar. Penduduk yang tak punya izin memiliki senjata tak perlu melaporkan kepemilikan kepada pemerintah. Karena itulah, tak ada data pasti jumlah senjata yang beredar di negara tersebut.

Brenton Tarrant, pelaku teror keji tersebut, pernah membeli senjata secara online di toko Gun City. Pemilik toko David Tipple mengungkapkan, pembelian empat senjata dan amunisi dilakukan pada Desember 2017–Maret 2018. Namun, senjata yang digunakan untuk pembantaian di Masjid Al Noor dan Linwood itu tidak dibeli di Gun City.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : (sha/c11/sof)

Copy Editor :

Selandia Baru Siap Rombak Aturan Kepemilikan Senpi