alexametrics

Pelaku Bom Bunuh Diri ISIS Menyamar Pakai Baju Perempuan

19 Maret 2019, 10:59:36 WIB

Jawapos.com – Selama berminggu-minggu, Syrian Democratic Forces (SDF) yang dipimpin orang Kurdi telah berjuang untuk menghancurkan militan ISIS yang terpojok di sebuah perkemahan tepi sungai di Desa Baghouz. Dilansir dari The Strait Times pada Minggu (17/3), wartawan AFP di sebuah pos SDF di Baghouz mendengar tembakan mortir sporadis pada hari Sabtu.

Seorang juru bicara SDF mengatakan, pertempuran sedang berlangsung. “Bentrokan pecah lagi dan terus berlanjut sejak saat itu,” kata juru bicara SDF Adnan Afrin. “Sejauh ini tidak ISIS yang menyerah,” katanya kepada AFP.

Pertempuran terakhir pecah setelah pasukan yang dipimpin Kurdi menyerang posisi ISIS di Desa Baghouz. Sekitar 32 gerilyawan, termasuk setidaknya empat tokoh senior ISIS, tewas dalam pertempuran itu.

Pada hari Jumat, ISIS melancarkan tiga serangan bunuh diri di luar Desa Baghouz, menewaskan enam orang ketika mereka melarikan diri dari desa di dekat perbatasan Irak. Mereka adalah korban terakhir dalam perang saudara Syria yang menghancurkan ketika memasuki tahun kesembilan dengan 370.000 total jumlah korban meninggal.

Koalisi yang dipimpin AS mengatakan, para pelaku bom bunuh diri mengenakan pakaian perempuan dan bergabung dengan orang-orang yang menyerah. “ISIS telah terbukti menunjukkan ketidakpedulian terhadap kehidupan manusia dan terus menjadi ancaman global,” katanya.

Pengamat Mutlu Civiroglu mengatakan, serangan itu dirancang untuk menjaga moralitas di kalangan militan. “Dari sudut pandang mereka, mereka menentang, mereka tidak menyerah dengan cepat,” katanya.

Militan ISIS yang keras telah melakukan berbagai serangan bunuh diri selama sepekan terakhir untuk menghambat kemajuan pasukan SDF. Masih belum jelas berapa banyak militan ISIS dan warga sipil yang tersisa di Baghouz.

Lebih dari 61 ribu orang telah mengalir keluar dari wilayah yang dikuasai ISIS sejak Desember, sepersepuluh dari mereka diduga militan. Ini menurut Observatorium Syria untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris. Mereka termasuk istri dan anak-anak yang diduga militan asing, ratusan di antaranya ditahan oleh pasukan Kurdi.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : Dinda Lisna

Copy Editor :

Pelaku Bom Bunuh Diri ISIS Menyamar Pakai Baju Perempuan