alexametrics

40 Kg Plastik Ditemukan di Perut Paus yang Mati di Filipina

19 Maret 2019, 19:35:09 WIB

JawaPos.com – Seekor paus mati karena perutnya berisi 40 kilogram sampah plastik ditemukan hanyut di daratan di Filipina. Dilansir The New Strait Times, kelompok-kelompok lingkungan menyebut Filipina sebagai salah satu pencemar laut terbesar di dunia karena ketergantungannya pada plastik sekali pakai.

Agensi dan kelompok lingkungan melakukan otopsi pada paus tersebut dan menemukan sekitar 40 kilogram plastik, termasuk tas belanjaan dan karung beras.

Direktur D ‘Bone Collector Museum Inc Darrell Blatchley mengatakan, hewan itu mati karena kelaparan dan tidak dapat makan karena sampah memenuhi perutnya. “Ini sangat menjijikkan dan memilukan,” katanya kepada AFP.

sampah plastik, paus, hewan laut, plastik,
Agensi dan kelompok lingkungan melakukan otopsi pada paus tersebut dan menemukan sekitar 40 kilogram plastik, termasuk tas belanjaan dan karung beras (Facebook)

“Kami telah melakukan otopsi pada 61 lumba-lumba dan paus dalam 10 tahun terakhir. Ini adalah salah satu jumlah plastik terbesar di perut hewan yang kami lihat,” papar Blatchley.

Paus sepanjang 4,7 meter itu terdampar di Kota Mabini pada hari Jumat. Pejabat setempat dan nelayan mencoba melepaskannya. “Bahkan paus itu tidak bisa berenang sendiri, kurus, dan lemah. Hewan itu mengalami dehidrasi, pada hari kedua hewan itu berjuang hidup, ia malah memuntahkan darah,” kata Direktur Biro Perikanan dan Sumberdaya Perairan Regional Fatma Idris.

Kematian paus itu terjadi hanya beberapa minggu setelah Aliansi Global untuk Incinerator Alternatif merilis laporan tentang jumlah plastik sekali pakai yang mengejutkan di Filipina, termasuk hampir 60 miliar sachet setahun.

Filipina memiliki undang-undang yang ketat tentang pembuangan sampah. Namun pakar lingkungan mengatakan, ini tidak terlaksanakan dengan baik.

Di Thailand, seekor paus juga mati tahun lalu setelah menelan lebih dari 80 kantong plastik. Penyu hijau, spesies yang dilindungi juga mengalami nasib yang sama di sana pada tahun 2018.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : Dinda Lisna

Copy Editor :

40 Kg Plastik Ditemukan di Perut Paus yang Mati di Filipina