
Skandal korupsi 1 Malaysia Development Berhad (1MDB) membuat mantan Perdana Menteri (PM) Najib Razak harus menelan kekalahan di pemilu Malaysia pada Mei lalu
JawaPos.com - Skandal korupsi 1 Malaysia Development Berhad (1MDB) membuat mantan Perdana Menteri (PM) Najib Razak harus menelan kekalahan di pemilu Malaysia pada Mei lalu. Pihaknya harus menelan pil pahit karena dikalahkan oleh kubu oposisi Mahathir Mohamad yang berkoalisi dengan Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.
1MDB adalah kasus korupsi yang diduga bernilai hingga USD 4,5 miliar. Kini, Najib telah lengser dan digantikan oleh Mahathir. Anwar pun telah bebas dari tahanan politik sejak era Mahathir dan Najib menjabat.
1MDB awalnya dibuat untuk mendorong perekonomian Malaysia, berfokus pada proyek-proyek pembangunan strategis di bidang energi, properti, pariwisata, dan agribisnis. Malaysia tidak mempunyai dana yang cukup untuk 1MDB, proyek ini memperoleh dana dari menjual obligasi dan melakukan usaha gabungan dengan pihak asing.
Sayangnya, uang miliaran dolar tersebut malah digunakan untuk memperkaya pejabat dan pihak terkait. Pada Juli 2015 otoritas Swiss mengatakan, korupsi yang terjadi melibatkan pejabat asing, manajemen yang tidak jujur dari kepentingan publik dan pencucian uang.
Mahathir pada waktu itu mengatakan, Najib akan dijerat pasal berlapis. Najib didakwa atas tuduhan penggelapan dana dan suap terkait 1MDB.
"Dia bertanggung jawab sepernuhnya atas 1MDB karena semua yang berjalan di sana membutuhkan tanda tangannya," kata Mahathir.
Penggeledahan Apartemen Najib
Uang tunai hingga USD 270 juta dan barang-barang mewah disita dari tempat Najib Razak. Laporan ini disampaikan oleh kepolisian Malaysia pada 27 Juni 2018.
Penggerebekan itu terkait dengan investigasi 1MDB. Kepala Departemen Investigasi Kejahatan Komersial atau Commercial Crime Investigation Department (CCID) Amar Singh mengatakan, nilai semua barang yang disita dari enam tempat yang terkait dengan Najib pada bulan Mei adalah antara RM 900 juta dan RM 1,1 miliar.
Dua belas ribu keping perhiasan disita dalam penggerebekan. Perhiasan yang disita terdiri dari: 1.400 kalung, 2.200 cincin, 2.800 pasang anting, 2.100 gelang, 1.600 bros dan 14 tiara, dengan barang yang paling mahal kalung kuning-emas dengan berlian senilai RM6.4 juta atau 1.5 juta USD.
Polisi Malaysia mengatakan 567 tas disita. Ada 272 tas tangan Hermes. Nilai tas Hermes sendiri adalah RM51.3 juta.
Secara total, ada lebih dari 72 merek, termasuk tas dari Prada, Chanel, Judith Leiber, dan Kwanpen. Tas Bijan kustom juga ditemukan.
Najib Ditangkap
Najib Razak ditangkap kurang dari 24 jam setelah politikus Jamal Yunos ditangkap di Jakarta Selasa (3/7). Hal ini disampaikan langsung oleh pengacara keluarga Najib. Ia ditangkap di rumahnya oleh petugas KPK Malaysia. Najib telah membantah melakukan kesalahan.
Portal Insight Malaysia mengatakan dalam sebuah unggahan di Twitter waktu itu, kalau politisi berusia 65 tahun itu terlihat meninggalkan kediaman pribadinya dan naik ke mobil polisi. Pengacara Najib mengatakan dia dituntut esok harinya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
