Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Desember 2018 | 18.05 WIB

Mantan PM Malaysia Najib Razak Terjerat Korupsi 1MDB

Skandal korupsi 1 Malaysia Development Berhad (1MDB) membuat mantan Perdana Menteri (PM) Najib Razak harus menelan kekalahan di pemilu Malaysia pada Mei lalu - Image

Skandal korupsi 1 Malaysia Development Berhad (1MDB) membuat mantan Perdana Menteri (PM) Najib Razak harus menelan kekalahan di pemilu Malaysia pada Mei lalu

JawaPos.com - Skandal korupsi 1 Malaysia Development Berhad (1MDB) membuat mantan Perdana Menteri (PM) Najib Razak harus menelan kekalahan di pemilu Malaysia pada Mei lalu. Pihaknya harus menelan pil pahit karena dikalahkan oleh kubu oposisi Mahathir Mohamad yang berkoalisi dengan Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.


1MDB adalah kasus korupsi yang diduga bernilai hingga USD 4,5 miliar. Kini, Najib telah lengser dan digantikan oleh Mahathir. Anwar pun telah bebas dari tahanan politik sejak era Mahathir dan Najib menjabat.


1MDB awalnya dibuat untuk mendorong perekonomian Malaysia, berfokus pada proyek-proyek pembangunan strategis di bidang energi, properti, pariwisata, dan agribisnis. Malaysia tidak mempunyai dana yang cukup untuk 1MDB, proyek ini memperoleh dana dari menjual obligasi dan melakukan usaha gabungan dengan pihak asing.


Sayangnya, uang miliaran dolar tersebut malah digunakan untuk memperkaya pejabat dan pihak terkait. Pada Juli 2015 otoritas Swiss mengatakan, korupsi yang terjadi melibatkan pejabat asing, manajemen yang tidak jujur dari kepentingan publik dan pencucian uang.


Mahathir pada waktu itu mengatakan, Najib akan dijerat pasal berlapis. Najib didakwa atas tuduhan penggelapan dana dan suap terkait 1MDB.


"Dia bertanggung jawab sepernuhnya atas 1MDB karena semua yang berjalan di sana membutuhkan tanda tangannya," kata Mahathir.


Penggeledahan Apartemen Najib


Uang tunai hingga USD 270 juta dan barang-barang mewah disita dari tempat Najib Razak. Laporan ini disampaikan oleh kepolisian Malaysia pada 27 Juni 2018.


Penggerebekan itu terkait dengan investigasi 1MDB. Kepala Departemen Investigasi Kejahatan Komersial atau Commercial Crime Investigation Department (CCID) Amar Singh mengatakan, nilai semua barang yang disita dari enam tempat yang terkait dengan Najib pada bulan Mei adalah antara RM 900 juta dan RM 1,1 miliar.


Dua belas ribu keping perhiasan disita dalam penggerebekan. Perhiasan yang disita terdiri dari: 1.400 kalung, 2.200 cincin, 2.800 pasang anting, 2.100 gelang, 1.600 bros dan 14 tiara, dengan barang yang paling mahal kalung kuning-emas dengan berlian senilai RM6.4 juta atau 1.5 juta USD.


Polisi Malaysia mengatakan 567 tas disita. Ada 272 tas tangan Hermes. Nilai tas Hermes sendiri adalah RM51.3 juta.


Secara total, ada lebih dari 72 merek, termasuk tas dari Prada, Chanel, Judith Leiber, dan Kwanpen. Tas Bijan kustom juga ditemukan.


Najib Ditangkap


Najib Razak ditangkap kurang dari 24 jam setelah politikus Jamal Yunos ditangkap di Jakarta Selasa (3/7). Hal ini disampaikan langsung oleh pengacara keluarga Najib. Ia ditangkap di rumahnya oleh petugas KPK Malaysia. Najib telah membantah melakukan kesalahan.


Portal Insight Malaysia mengatakan dalam sebuah unggahan di Twitter waktu itu, kalau politisi berusia 65 tahun itu terlihat meninggalkan kediaman pribadinya dan naik ke mobil polisi. Pengacara Najib mengatakan dia dituntut esok harinya.

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore