alexametrics

Australia Akui Yerusalem Barat Ibu Kota Israel, Netanyahu tak Girang

18 Desember 2018, 15:31:16 WIB

JawaPos.com – Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison memantik amarah masyarakat internasional. Pemimpin 50 tahun tersebut mengakui Yerusalem Barat sebagai Ibu Kota Israel. Itu menjadi penegasan kedua atas dukungannya terhadap Israel. Oktober lalu, Morrison mengumumkan rencananya untuk memindah kedutaan besar.

’’Kami mengakui Yerusalem Barat sebagai tempat para Knesset (parlemen Israel) dan institusi pemerintah lainnya,’’ ujar Morrison sebagaimana dilansir Reuters. Pernyataan yang dia sampaikan Sabtu lalu (15/12) itu memang terkesan hati-hati. Kepala pemerintahan Australia tersebut tidak secara gamblang menyebut Jerusalem Barat sebagai wilayah Israel. Yang dia sebut hanya Knesset.

Kendati demikian, deklarasi itu membuat negara-negara pendukung kemerdekaan Palestina berang. Sebab, meski Morrison menyebut Yerusalem Barat, masyarakat internasional paham bahwa yang dimaksud adalah Jerusalem. Kota yang disakralkan tiga agama itu diklaim Israel dan Palestina. Jerusalem Timur digadang-gadang menjadi ibu kota Palestina pada masa mendatang.

australia, israel, yerusalem, netanyahu,
Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison memantik amarah masyarakat internasional. Pemimpin 50 tahun tersebut mengakui Yerusalem Barat sebagai Ibu Kota Israel (Picture-Alliance)

Setelah menyebut Yerusalem Barat milik Israel, Morrison menyatakan bahwa Australia berkomitmen pada solusi dua negara. Yakni, masa depan Israel dan Palestina sebagai dua negara yang bertetangga. Perundingan damai untuk mewujudkan solusi dua negara itu terhenti saat Amerika Serikat (AS) dipimpin Presiden Donald Trump.

Jika sebelumnya Morrison mengaku hendak memindahkan Kedutaan Besar (Kedubes) Australia dari Kota Tel Aviv ke Jerusalem, Sabtu lalu dia sama sekali tidak menyinggung hal tersebut.

Dia hanya menegaskan bahwa Australia akan membangun kantor perwakilan dagang dan kantor pertahanan di Yerusalem. ’’Kami akan dengan senang hati memindahkan kedubes jika waktunya sudah memungkinkan,” ujar Morrison.

Media Australia menganggap Morrison berusaha mengambil hati komunitas Yahudi dan Kristen di Negeri Kanguru tersebut. Juga AS yang lebih dulu memindahkan kedubesnya ke Yerusalem.

Sementara itu, Israel justru bereaksi negatif maklumat Morrison tersebut. PM Benjamin Netanyahu tidak lantas girang mendengar dukungan Australia terhadapnya. Dia malah menyebut penerus Malcolm Turnbull itu salah kaprah.

’’Dalam kamus kami, tidak ada barat atau timur jika berbicara soal Jerusalem. Kami harap Australia bisa segera memperbaiki kesalahan ini,’’ ujar Tzachi Hanegbi, menteri kerja sama regional Israel.

Dari Malaysia, PM Mahathir Mohammad langsung angkat suara. Dia menegaskan bahwa seluruh wilayah Jerusalem adalah hak Palestina. ’’Tidak ada negara yang punya hak untuk membagi-bagi wilayah Jerusalem,’’ tegasnya.

Ketua Liga Arab Ahmed Aboul Gheit juga mengecam Morrison. Sebab, dalam pernyataan resminya, ketua Partai Liberal tersebut tidak sekalian mengakui Jerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina. Jika mau adil, seharusnya Morrison menyebut juga soal Jerusalem Timur dalam deklarasinya.

’’Kebijakan ini lahir dari politik domestik Australia yang picik. Sama sekali tak ada hubungannya dengan upaya mendorong solusi dua negara,’’ kecam Kepala Negosiator Palestina Saeb Erekat menurut The Guardian.

Dari dalam negeri, Pemimpin Oposisi Australia Bill Shorten langsung mencela Morrison. Menurut dia, deklarasi tersebut terlalu dangkal. ’’Saya tidak tahu apa yang ada dalam otaknya soal keputusan itu. Apa dia tahu apa yang dia lakukan?’’ kritik ketua Partai Buruh tersebut. Shorten berjanji mencabut kebijakan tersebut jika partainya berhasil menguasai parlemen. 

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : (bil/c17/hep)



Close Ads
Australia Akui Yerusalem Barat Ibu Kota Israel, Netanyahu tak Girang